Masih Ada Gempa Susulan di Poso, Warga Bertahan di Pengungsian

Ilustrasi pengugsi gempa Pidie Jaya/ Okezone

POSO –  Idris seorang aktivis lingkungan hidup di Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, mengatakan  sebagian besar masyarakat Desa Wuasa memilih tinggal di tenda yang dibangun di beberapa titik dan juga halaman rumah karena masih takut dengan gempa susulan.

Masyarakat takut masuk rumah karena khawatir jika terjadi kembali gempa susulan yang cukup keras bisa membuat bangunan rumah runtuh.

Karena itu, demi keamanan dan keselamatan jiwa, warga sebagian memilih untuk sementara ini tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun oleh BPBD Provinsi Sulteng dan Dinas Sosial Kabupaten Poso.

Idris menambahkan jika munculnya air dari permukaan tanah yang retak akibat gempa berkekuatan 6,6 SR di Poso diteliti pihak  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  di Desa Wuasa pada Rabu (31/5/2017), dari pagi hingga malam, seperti dilansir Antara.

BMKG juga telah memasang dua alat khusus untuk mendektesi gempa di wilayah tersebut.

Selain tim dari BMKG, di lokasi gempa bumi sejumlah petugas dari BPBD Sulteng memberikan bantuan logistik makanan bagi warga korban gempa di Kecamatan Lore Utara.

Wuasa yang berjarak sekitar 100-an km dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng dapat ditempuh dalam waktu tiga jam dengan menggunakan kendaraan sepeda motor atau mobil.

Advertisement