GRESIK – Warga Bawean hingga kini masih banyak yang tinggal di Hunian Sementara (Huntara) beratapkan terpal pascagempa berkekuatan mangnitudo 6,5 pada 22 Maret lalu.
Salah satunya, Ibu Halima yang terpaksa melahirkan di huntara setelah rumahnya mengalami rusak berat di Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang, Pulau Bawean. Saat gempa, usia kehamilannya sudah mencapai sekitar delapan bulan. Setelah gempa, ia pun terus dihantui rasa takut dan masih berada di pengungsian.
Pada Sabtu (13/4/2024) dini hari, tiba-tiba perut Halima mengalami kontraksi. Suaminya, Rahmat Masudin pun segera memanggil bidan terdekat. Dengan dibantu bidan, proses persalinan pun berjalan lancar di dalam tenda pengungsian.
Awalnya Halima akan dibawa untuk melakukan persalinan di Poliklinik Desa (Polindes). Namun, karena tiba-tiba ada gempa susulan dan untuk menghindari dampak yang membahayakan, Halima akhirnya diantarkan kembali ke Huntara, dan melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan.





