spot_img

Jadi Fundraiser di Layanan Zakat DD, Rani Banyak Dapat Kisah Inspiratif dari Donatur

TANGERANG SELATAN – Menjadi fundraiser atau amil zakat di Kantor Layanan Dompet Dhuafa, membuat Rani mendapat pengalaman tak terlupakan.

Mengetahui Dompet Dhuafa sejak kulian, Rani sangat bersyukur tahun ini bisa menjadi bagian dari Dompet Dhuafa, karena menjadi salah satu fundraiser zakat di Kantor Layanan Dompet Dhuafa di Ciputat, Tangerang Selatan.

Amil zakat Dompet Dhuafa merupakan pekerjaan pertama yang dilakoninya sejak bergelar sarjana. Lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam itu pun rela mengemban amanah sebagai garda terdepan hingga malam takbiran.

Ia memulai tugas sejak dua hari jelang Ramadan 1445 H, hingga rela jauh dari keluarga. Namun, ia mengaku semua itu dilakoninya dengan khidmat dan penuh rasa syukur.

Sebelum bergabung di Dompet Dhuafa, ia mengaku sudah terpapar mengenai zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Namun baru hanya dasar-dasarnya saja, bahwa ada hak sebagian dari hartanya untuk orang lain. Harta itu harus dikeluarkan. Ada yang sifatnya wajib dan ada yang sunah.

Selama tiga hari, sebelum benar-benar terjun menjadi garda depan penghimpunan Ziswaf Dompet Dhuafa, Rani mendapatkan pembekalan lebih dalam dan kompleks mengenai Ziswaf oleh Dompet Dhuafa. Di samping itu, kalkulasi segala hal mengenai zakat pun harus dilakukan secara jeli dan tepat.

“Pemahaman tentang Ziswaf secara mendalam dan kontemporer sangat perlu dipahami oleh setiap fundraiser Dompet Dhuafa. Karena mereka lah yang langsung bersinggungan dengan para muzaki atau donatur. Sehingga mereka dapat memandu dan menjelaskan kepada para donatur secara tepat sesuai syariat Islam,” terang Yudha Andilla, Manajer Retail Fundraising Dompet Dhuafa.

Menurut Rani, tugas ini menjadi yang pertama kalinya ia terjun dan terlibat di dunia layanan filantropi. Ia mengaku banyak sekali ilmu dan pengalaman yang didapatkan. Hal yang membuatnya sering merasa tersentuh adalah ketika ada donatur yang datang, kemudian saat doa, mereka masih mengingat orang-orang terdekatnya orang-orang tersayangnya. Kemudian meminta Rani untuk menyisipkan nama mereka di dalam doa.

“Senang bisa banyak berinteraksi dengan donatur dengan latar belakang yang berbeda-beda. Itu seperti menjadi motivasi bagi saya untuk bisa banyak berbuat baik memberikan manfaat kepada banyak orang. Biasanya, momen yang mengharukan adalah saat berdoa. Begitu tulus dan percaya mereka mengamankan dananya ke Dompet Dhuafa,” ucap Rani.

Ada satu cerita yang paling berkesan bagi Rani. Yaitu ada satu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak, datang untuk berzakat. Kata sang istri, dirinya sangat ingin berjumpa langsung dengan Inisiator Dompet Dhuafa ntuk sekedar menyampaikan ucapan terima kasih, karena keluarga tersebut pernah ditolong oleh Dompet Dhuafa.

Rani bercerita, keluarga tersebut mengisahkan pernah ditolong Dompet Dhuafa saat lahiran anak pertama.

“Saat itu dia katanya memang lagi sangat susah. Sedang awal-awal meniti keluarga baru setelah menikah. Terus langsung dikaruniai janin. Sedangkan masih belum punya apa-apa, baru memulai keluarga baru.

Keluarga tersebut mengajukan bantuan persalinan ke Dompet Dhuafa dan dibantu hingga kini keluarganya bernazar seterusnya akan zakat di Dompet Dhuafa.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles