Brussels -Memasuki tahun 2016 ini kedatangan migran dari Timur Tengah ke beberapa negara Eropa belum terjadi penurunan, khususnya di Jerman.
Wakil Menteri Dalam Negeri Jerman, Ole Schroeder, menilai kurangnya kontrol di perbatasan Eropa menjadi penyebab jumlah imigran yang datang ke negaranya tetap banyak.
Sepanjang tahun 2015 lalu, Eropa kedatangan lebih dari satu juta pengungsi. Sebagian besar berasal dari negara-negara berkonflik di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Seperti diketahui, Jerman menjadi salah satu negara anggota Uni Eropa yang paling terkena dampak atas arus imigran ini. Sejumlah sumber di Berlin menyebutkan terdapat 1,09 juta pencari suaka di Jerman sepanjang 2015.
Upaya terbaru untuk membendung arus imigran diluncurkan oleh Denmark dan Swedia, yang melakukan pengecekan di wilayah perbatasan pekan ini.
“Rata-rata 3.200 pengungsi per hari tiba di Jerman, jumlah ini tidak menurun di hari-hari terakhir. Masalah kita saat ini di Eropa adalah bahwa kita tidak memiliki sistem kontrol perbatasan yang berfungsi, terutama di perbatasan Yunani-Turki,” kata Schroeder di Brussels seperti dilansir Reuters,Rabu (6/1).





