Material Longsor Sedalam 20 Meter, BPBD Tambah Alat Berat untuk Pencarian Korban

Ilustrasi evakuasi korban longsor/ suaramerdeka

PONOROGO – Medan bencana longsor di Desa Banaran, Ponorogo  terlalu sulit untuk  dilakukan pencarian jenazah para korban yang tertimbun, karenanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menambah tiga unit alat berat, dari sebelumnya enam unit eksavator,

Luasnya area pencarian dan tebalnya material longsor membuat upaya pencarian mengalami kesulitan dan bisa memakan waktu lama. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ponorogo Setyo Budiono mengatakan, medan paling berat dialami tim pencari di Sektor/Zona A dan B yang berada di titik nol dan tengah alur longsor.

Di sekitar titik nol lokasi longsor yang berada paling atas atau persis di bawah tebing longsor, Setyo mengatakan diperkirakan ada 12 korban tertimbun dengan kedalaman material mencapai 14-20 meter.

Sementara di Sektor B, luas area pencarian menyulitkan alat berat dalam membongkar tumpukan material longsor yang masih labil.

“Masing-masing sektor dibawah kendali Baasarnas, TNI dan Polri, sesuai pembagian kemarin,” katanya, mengutip Antara, Senin (3/4/2017).

Setyo berharap proses cuaca hari ini cerah, sehingga pencarian bisa dilakukan hingga sore hari. Karena apabila kondisi cuaca hujan maka seluruh proses evakuasi akan dihentikan sementara.

Advertisement