Media Asing Soroti Rencana RI Kirim Pasukan ke Gaza

Rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza di bawah Dewan Perdamaian (BOP) bentukan Preside AS Donald Trump disorot sejumlah media asing (foto: ANTARA)

SEJUMLAH media asing menyoroti rencana RI mengirim pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ke wilayah konflik Gaza di bawah mandat Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) yang dibentuk Presiden AS Doald Trump, 22 Jan. lalu.

Sejak awal terbentuknya BOP, Januari lalu, RI sudah meyampaikan kesediannya untuk mengrimkan 20.000 personil pasukan penjaga perdamaian ke wilyah konflik antara Hamas dan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, 2022.

  1. Australian Broadcasting Corporation (ABC)

ABC asal Australia,  turut menyoroti Indonesia yang tengah bersiap mengirim hingga 8.000 tentara ke Gaza.

Menurut ABC, hal ini sekaligus menjadikan RI sebagai negara pertama yang berkomitmen untuk mengerahkan pasukan dalam upaya perdamaian multinasional di wilayah yang dilanda perang tersebut.

Pengumuman yang disampaikan oleh Jubir Presiden Prasetyo Hadi ini merupakan indikasi terkuat bahwa Indonesia akan memainkan peran besar dalam ISF, yang telah diamanatkan oleh DK PBB.

ISF berada di bawah naungan Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump, sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Gaza yang ditengahi tahun lalu.

Mandat ISF adalah untuk mengamankan wilayah perbatasan Gaza dan memastikan Jalur Gaza bebas dari militerisasi, guna memfasilitasi penarikan bertahap Pasukan Pertahanan Israel.

“Namun, belum jelas kapan Indonesia berencana mengirim pasukan penjaga perdamaian tersebut,” tulis ABC News, Rabu (11/2).

Pada Senin (9/2), anggota TNI telah memulai pelatihan sebagai pasukan penjaga perdamaian untuk upaya tersebut. “Kami sedang mempersiapkan para insinyur, petugas kesehatan, dan hal-hal lain semacam itu,” ujar KASAD  Jenderal Maruli Simanjuntak.

Sedangkan , seorang jubir Kemenlu RI  mengatakan kepada ABC bahwa syarat dan ketentuan untuk pengerahan pasukan belum diselesaikan.

Sebelumnya, pada Sidang Umum PBB September tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen untuk mengerahkan hingga 20.000 pasukan untuk upaya perdamaian.

Keputusan Prabowo untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian pimpinan AS telah membuat banyak orang di Indonesia kecewa dan dikritik oleh beberapa kelompok Islam. Para kritikus menunjuk pada kurangnya perwakilan Palestina dalam dewan tersebut.

“Sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia, sejak kemerdekaannya, telah memberikan dukungan yang besar kepada Palestina,” tulis ABC News.

  1. The Guardian

The Guardian melaporkan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang berkontribusi secara spesifik terhadap Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza.

Keterlibatan ini disebut sebagai bagian dari fase kedua rencana perdamaian Timur Tengah yang digagas Presiden AS Donald Trump.

Media Inggris tersebut menyoroti, komitmen Indonesia menandai langkah signifikan, karena menjadi negara pertama yang secara terbuka menyatakan kesiapan jumlah pasukan untuk misi tersebut.

“Radio publik Israel melaporkan pada Selasa pagi bahwa sebuah lokasi di Gaza selatan, antara Rafah dan Khan Younis, telah ditetapkan sebagai barak untuk pasukan Indonesia,” tulis The Guardian, Selasa (10/2).

Jika terealisasi, kedatangan pasukan penjaga perdamaian Indonesia akan menjadi peristiwa bersejarah, sebagai pasukan asing pertama yang ditempatkan di Gaza sejak 1967.

Hal ini juga akan menempatkan Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia di pusat salah satu konflik paling kompleks dan sensitif di Timur Tengah.

Diperkirakan satu brigade, sekitar 5.000 hingga 8.000 personel, tengah dipersiapkan. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap negosiasi dan belum ada keputusan final terkait jumlah maupun waktu pengerahan.

The Guardian juga mencatat, peran pasukan internasional dalam skema tersebut masih belum sepenuhnya jelas sejak pertama kali diusulkan Trump dalam rencana gencatan senjata pada September tahun lalu.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, disebut berhati-hati agar tidak terlibat dalam upaya pelucutan senjata Hamas atas nama Israel.

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, laporan itu menyoroti bahwa situasi keamanan di Gaza masih rapuh, dengan kekerasan yang disebut masih terjadi hampir setiap hari.

  1. Times of Israel

Times of Israel memberitakan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan potensi pengerahan 5.000 hingga 8.000 tentara ke Gaza di bawah kerangka rencana perdamaian Donald Trump.

Meski demikian, pemerintah Indonesia menekankan bahwa detail terkait jumlah pasti pasukan, jadwal, serta lokasi penempatan masih dalam tahap pembahasan dengan berbagai pihak.

Satu brigade disebut sedang disiapkan untuk membantu Dewan Perdamaian yang dibentuk dalam kerangka rencana tersebut.

Di bawah skema perdamaian Trump, ISF ditugaskan untuk menyediakan keamanan di Jalur Gaza secara bertahap, sambil mengurangi peran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang saat ini masih menguasai sebagian wilayah.

Tantangan utama, menurut laporan tersebut, adalah persoalan pelucutan senjata Hamas yang hingga kini belum menunjukkan komitmen untuk melakukannya.

Media itu juga menyoroti bahwa Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar di dunia, termasuk di antara negara-negara yang berdiskusi dengan AS mengenai pembentukan ISF.

Maruli menyatakan bahwa persiapan internal telah dimulai, dengan fokus pada unit teknik dan medis yang akan menjalankan fungsi penjaga perdamaian non-tempur.

  1. BBC

BBC turut menyoroti langkah Indonesia sebagai negara pertama yang secara terbuka menyatakan kesiapan kontribusi pasukan dalam fase lanjutan perjanjian gencatan senjata yang ditengahi AS.

Dalam laporannya, Selasa, BBC mengutip pernyataan Maruli bahwa pelatihan prajurit telah dimulai dan akan difokuskan pada peran medis serta teknik di Gaza.

Namun, waktu pengerahan dan mandat operasional pasukan Indonesia masih belum difinalisasi.

BBC juga mengulas dinamika politik di dalam negeri, di mana keputusan Prabowo Subianto untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump memicu kritik dari sejumlah kelompok Islam.

Kritik tersebut muncul di tengah sentimen publik yang kuat terkait peran AS dalam konflik Gaza.

Meski demikian, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam menstabilkan Gaza dan mendukung terwujudnya solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.

Laporan BBC menegaskan bahwa selama belum tercapai perdamaian yang benar-benar stabil, termasuk penyelesaian isu pelucutan senjata dan pendudukan wilayah, maka peran pasukan internasional masih akan menghadapi tantangan besar di lapangan.

Bagi Indonesia, ikut ambil bagian dalam menciptakan perdamaian dunia adalah amanat yang diberikan oleh Undang  Undang Dasar 1945. (Kompas.com/ns)

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here