Menanti Kejutan Kedua Garuda

Tim Samurai Biru, Jepang, pemenang empat kali Piala Asia yang akan dihadapi skuad Garuda pada laga Piala Asia di Doha, Qatar, Rabu depan (24/1).

SKUADĀ  PSSI Garuda akan melakoni lagi ā€œmission impossibleā€ menjajal tim unggulan, Samurai Biru Jepang pada laga klasemen Grup D, Piala Asia Qatar 2023 di Doha, Rabu malam (24/1).

Sebelumnya, anak-anak asuhan pelatih Shin Tae-yong, di luar dugaan, suksesĀ  menekuk kesebelasan Vietnam Jumat lalu (19/1) dengan skor 1 – 0 hasil tendangan penaliti Ā Asnawi Mangkualam di babak pertama.

Kemenangan Garuda atas Vietnam meniupkan angin segar, mengingat peringkat FIFA yang jauh berbeda (Vietnam 97 dan Indonesia 146), juga dari catatanĀ  26 kali perjumpaan sebelumnya, Vietnam menang 12 kali, seri delapan kali dan kalah enam kali.

Setelah sebelumnya takluk di tangan Irak, 1 -3, skuad Garuda berhasil mengumpulkan tiga poin setelah menang lawan Vietnam, sama dengan kesebelasan Jepang yang menang melawan Vietnam Ā Ā Ā Ā ( 4 -2 ) dan kalah dari Irak (0 – 2).

Tim Garuda masih berpeluang melaju ke putaran gugur 16 besar dari seluruhnya 24 tim peserta, sebagai runner-up jika berhasil mengalahkan Jepang atau memperebutkan empat ranking ketiga terbaik di masing-masing grup jika seri. Irak memuncaki Ā Grup D dengan enam poin setelah menekuk Jepang (4 – 2) dan Garuda (3 -1).

Grup D Piala Asia Qatar 2023 terdiri dari Jepang, juara empat kali dan Irak, juara dua kali, Vietnam yang pernah melaju sampai perempat final dan Indonesia yang sejak beberapa tahun baru bisa ambil bagian, namun selalu tersingkir di klasemen awal.

Ranking FIFA antara Jepang dan Indonesia memang berbeda jauh bak bumi dan langit (17 berbanding 142 pada 2024), sehingga pelatih Garuda hanya mematok satu poin atau hasil Ā imbang melawan Jepang agar bisa lolos 16 besar, walau itu juga bukan pekerjaan mudah.

Dalam empat kali perjumpaan, hanya 70 tahun lalu (1954) dalam laga Asian Games di Manila,Indonesia mengalahkan Jepang 5 – 3, lalu takluk 1- 2 di laga Asian Games, Bangkok 1970 dan dibantaiĀ  0 – 6 di Merdeka Games, Malaysia (1976).

Namun di dalam kamus persepakbolaan, tidak ada yang mustahil, kecuali kredo lawas selama ā€œbola bundarā€, apa pun bisa terjadi. Ayo, Garuda terus bangkit, dan kepakkan sayapmu,Ā  jauh tinggi!

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here