BOGOR – Ulama Salafi Indonesia Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas telah meninggal dunia pada Kamis (11/7/2024) di Bogor, Jawa Barat.
Yazid Jawas ialah seorang penceramah asal Indonesia, lulusan LIPIA dan merupakan murid dari Abdur Razak bin Abdul Muhsin Al-Abbad, seorang guru besar dari Universitas Islam Madinah. Ia diketahui juga pernah berguru kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, seorang ulama asal Mekah.
Bukan hanya itu, beliau juga merupakan seorang penulis, beberapa karyanya antara lain Sifat Wudhu dan Shalat Nabi, Syarh Arba’in An-Nawawi, Memahami Kalimat Syahadat, Dzikir Pagi Petang dan Setelah Shalat, dan Amalan Sunnah Setahun.
Dilansir portal-islam.id, Yazid ialah pimpinan Pondok Pesantren Minhajus Sunnah, Bogor. Ia diketahui menjadi salah satu narasumber di Radio Rodja.
Ustadz Yazid diketahui mengalami drop hingga jatuh sakit selama melaksanakan ibadah haji kemarin, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.
Kematian Yazid menimbulkan duka bagi komunitas Salafi di Indonesia seperti Khalid Basalamah, salah satu penceramah Salafi Indonesia terkemuka kemudian menyampaikan belasungkawa untuk Yazid dalam akun instagramnya, sebagai berikut:
TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA GURU KAMI
Ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawas
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
“Ya Allah, berilah ampunan baginya dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah ia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan air, es dan salju. Bersihkanlah dia dari kesalahannya sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya semula, istri yang lebih baik dari istrinya semula. Masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari azab kubur dan azab neraka” (HR Muslim no. 963)





