NEW YORK – Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, telah mengumumkan ia akan mengundurkan diri pada akhir November setelah menjabat lebih dari empat tahun.
De Mistura mengatakan dia akan melakukan upaya intensif untuk mendapatkan persetujuan pada komite untuk menyusun konstitusi baru untuk Suriah yang dilanda perang sebelum dia mengundurkan diri bulan depan.
Namun pemerintah Suriah masih keberatan dan mengakibatkan tertahannya peluncuran komite itu.
Kepergiannya akan memperumit upaya perdamaian PBB pada saat ketika pemerintah Suriah terus membuat keuntungan teritorial, membuka prospek bagi penyelesaian politik untuk mengakhiri perang.
Di antara nama-nama yang diajukan sebagai calon pengganti adalah Koordinator Perdamaian Timur Tengah PBB Nickolay Mladenov dan Utusan PBB untuk Irak Jan Kubic, sebagaimana ddikutip kantor berita AFP dari para diplomat PBB.
Lebih dari 360.000 orang tewas dalam perang di Suriah, yang dimulai pada Maret 2011 sebagai pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad.
Selama masa jabatannya, De Mistura bekerja untuk menjaga pembicaraan perdamaian yang disponsori PBB tetap hidup bahkan ketika pertempuran di tanah membunuh peluang kesepakatan.
“Kami akan terus bertanya sampai wajah kami merah, biru di wajah kedua belah pihak, untuk menghentikan penembakan satu sama lain,” kata de Mistura kepada wartawan tentang upaya gencatan senjata awal tahun ini.
Tahun lalu, Rusia, Iran dan Turki mengatur proses Astana untuk memajukan upaya diplomatik di Suriah, sebuah langkah yang secara efektif mengesampingkan proses yang dipimpin PBB yang De Mistura serukan di Jenewa.





