JAKARTA – Mengungkapkan rasa syukur kepada orang terdekat mempererat hubungan kita dengan mereka. Hal ini juga berlaku dalam hubungan dengan Allah SWT.
Dalam Islam, rasa syukur adalah inti dari keimanan. Bersyukur tidak hanya mendekatkan kita kepada Allah, tetapi juga membawa kedamaian serta rasa cukup dalam hidup. Lalu, bagaimana cara bersyukur menurut Islam?
Makna Bersyukur
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7)
Bersyukur berarti mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah atas segala karunia-Nya, baik melalui ucapan maupun tindakan nyata.
Pentingnya Bersyukur
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada orang lain, maka ia tidak berterima kasih kepada Allah.” (Sunan Abi Daud)
Hadis ini mengajarkan bahwa rasa syukur juga harus ditujukan kepada sesama manusia, bukan hanya kepada Allah, sebagai wujud kesempurnaan syukur.
Cara Bersyukur kepada Allah
Ada beberapa cara bersyukur yang dapat diterapkan berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan ajaran ulama:
1. Mengakui Semua Nikmat Berasal dari Allah
Kesadaran bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT akan membentuk sikap rendah hati dan pengakuan akan kebesaran-Nya.
2. Mengembangkan Sikap Rendah Hati
Mengakui peran Allah dalam hidup kita melahirkan kerendahan hati. Dengan sikap ini, kita akan terhindar dari kesombongan dan terus mengingat nikmat-Nya.
3. Berzikir Memuji Allah
Mengungkapkan rasa syukur melalui lisan dengan berzikir seperti alhamdulillah atau subhanallah membantu menjaga hati kita tetap terfokus pada nikmat Allah.
4. Melaksanakan Ibadah
.
Ibadah seperti salat, puasa, zakat, dan doa adalah bentuk nyata rasa syukur. Rasulullah SAW sendiri melaksanakan salat malam hingga kakinya bengkak sebagai wujud rasa syukur kepada Allah.
“Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah salat di malam hari sampai kedua telapak kakinya bengkak, maka aku (‘Aisyah), berkata kepadanya, ‘Mengapa engkau berbuat seperti ini padahal Allah telah mengampuni dosamu yang sekarang dan dosamu yang akan datang?’ Rasulullah menjawab, ‘Bukankah aku ini seorang hamba yang bersyukur?’.” (HR Muslim)
5. Menggunakan Harta dan Tenaga di Jalan Allah
Rasa syukur sejati tercermin dalam tindakan, seperti menyedekahkan harta, membantu sesama, dan memanfaatkan kemampuan kita untuk kebaikan masyarakat.
Contoh Bersyukur dalam Al-Qur’an
“Mereka (para jin) selalu bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan kehendaknya. Di antaranya (membuat) gedung-gedung tinggi, patung-patung, piring-piring (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur. Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur.” (QS Saba: 13)
Dengan menjalankan cara-cara di atas, kita dapat menunjukkan rasa syukur yang tulus kepada Allah SWT, sekaligus mempererat hubungan dengan-Nya dan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Mari kita wujudkan rasa syukur melalui amal nyata dan keikhlasan hati.





