
PENYAKIT Diabetes Melitus (DM) sudah merambah anak-anak disebabkan pola hidup tidak sehat terutama akibat mengonsumsi makanan dan minuman kemasan berlebihan.
Siswa kelas 5 SD di Kab.Kediri, Jawa Timur, berinisial RFZ (12) seperti diberiakan Kompas.com (26/6) mengalami koma selama tiga hari akibat diabetes tipe 1.
Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun kronis di mana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin karena sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas.
Akibatnya, penderita diabetes tipe 1 membutuhkan terapi insulin seumur hidup untuk mengatur kadar gula darah mereka.
Kondisi ini membuat RFZ harus dirawat intensif di rumah sakit dan menjalani suntikan insulin sebanyak empat kali sehari.
Keluarga RFZ mengakui, penyakit pada puteranya tersebut bukan disebabkan oleh faktor keturunan, melainkan gaya hidup yang tidak sehat.
Salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan manis setiap hari saat berada di sekolah.
“Adik saya kena diabetes bukan karena genetis, tapi karena faktor gaya hidup. Yaitu diabetes tipe 1,” ujar kakak kandung RFZ, Desi Purnamasari (28), Selasa (24/6).
Sempat koma dan dirawat di Malang, awalnya, RFZ tidak menunjukkan gejala mencolok, namun kondisinya mendadak memburuk hingga tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke RS di Kota Malang.
Setelah tiga hari koma, ia mulai sadar dan berangsur pulih. Pihak RS menelusurinya untuk mencari penyebab penyakitnya dan dari hasil observasi keluarga dan lingkungan sekolah, RFZ diketahui sering membeli minuman instan rasa manis setiap hari.
“Ternyata kata teman-temannya di sekolah, hampir setiap hari adik saya minum minuman instan itu. Padahal kalau di rumah, tidak begitu dan ke sekolah juga dibekali minum air putih,” ungkap Desi.
Setelah kondisinya membaik, RFZ diperbolehkan pulang. namun, ia harus menjalani terapi insulin setiap hari guna mengontrol kadar gula darahnya.
“Menurut dokter insulin itu lebih disarankan untuk anak-anak daripada obat jenis lainnya. Apalagi untuk jangka panjang seterusnya,” kata Desi.
Kini, RFZ menjalani gaya hidup baru yang lebih teratur, termasuk pengaturan pola makan dan pembatasan aktivitas fisik.
Puluhan anak di Malang
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat ada puluhan anak-anak di bawah usia 15 tahun menderita diabetes pada 2024.
Data ini membuktikan penyakit diabetes tidak hanya diidap orang dewasa melainkan juga menyerang anak-anak.
Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati mengatakan bahwa selama 2024 ada 2.157 anak berusia di bawah 15 tahun yang menjalani screening.
Hasilnya, ditemukan 50 anak yang dinyatakan mengalami diabetes.
“Sekarang anak-anak juga bisa terserang penyakit tersebut (diabetes). Dari screening yang dilakukan, saat ini ada 50 anak-anak yang mengidap diabetes di Kota Batu,” ujarnya.
Susan menjelaskan bahwa temuan kasus itu dibagi menjadi 2, yakni penderita diabetes dan pre-diabetes. Perbedaan dua kategori itu diukur dari kadar gula darah
Anak yang didiagnosis diabetes memiliki kadar gula darah lebih dari 200 miligram per desiliter. Sedangkan anak yang didiagnosis pre-diabetes memiliki kadar gula darah antara 140-200 miligram per desiliter.
“Ada dua jenis diabetes anak. Yakni diabetes melitus tipe satu dan diabetes melitus tipe dua. Diabetes melitus tipe satu merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sel-sel penghasil insulin dan pankreas,” terang dr Susan.
Seharusnya pihak lingkungan sekolah aktif untuk mengedukasi anak didik dan mengawasi para penjaja makanan dan miuman di sekitarnya, begitu pula orang tua, harus lebih “care” mengawasi makanan dan minuman yang dikonsumsi anak anaknya.




