Sinyal HP Rombongan Wartawan Terlacak di P. Sebesi

Lima wartawan yang meliput erupsi Krakatau, masing-masing satu awak dan satu nakhoda serta korespeonden lepas belum ditemukan. (foto: ANTARA)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 12/9 – KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) melacak sinyal telepon seluler rombongan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Wamen Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengemukakan, Sabtu (12/9), dari penelusuran jaringan telekomunikasi, titik kontak terakhir rombongan terdeteksi di Pulau Sebesi.

Wamen Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, Komdigi berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk mendeteksi aktivitas jaringan di sekitar wilayah pencarian.

“Kalau di Kominfo kita sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung melalui Balai Monitoring Frekuensi yang ada di Banten dan Lampung,” kata Nezar di Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9).

Menurut Nezar, pemantauan dilakukan dengan mengecek sinyal yang tertangkap dari jaringan telekomunikasi di sekitar wilayah pencarian. Informasi dari operator seluler kemudian diteruskan kepada Tim SAR untuk diproses sebagai salah satu petunjuk pencarian.

“Dari opsel kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi itu,” ujarnya.

Nezar mengatakan, data tersebut terus dipantau dan diverifikasi Komdigi bersama Tim SAR.

Memasuki hari kelima pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas wilayah operasi dengan mengerahkan 14 kapal dan satu helikopter.

Armada tersebut digunakan untuk menyisir sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi keberadaan rombongan.

Nezar mengatakan, pencarian dilakukan berdasarkan berbagai data yang telah diproses Tim SAR, termasuk informasi dari pemantauan jaringan telekomunikasi.

“Ada 14 kapal yang bergerak dan ditambah dengan satu heli untuk mencari titik-titik yang dalam data-data yang diproses oleh tim SAR itu diduga mungkin ada potensi-potensi kapal tersebut berada,” ujarnya.

Lima wartawan plus masing-masing satu awak dan nakohoda serta pemandu bertolak dari Dermaga Pangedogan, Carita, Banten, Senin (7/9) pukul 14.00 WIB dengan motor boat  yang diawaki dua orang.

Kelima wartawan yakni M. Bagus Khoirunnas (ANTARA Banten), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (i-News), Daus (Anadolu Agency) dan Donal (Freelance), Surakhman                      (awak perahu motor ), Warta (nakhoda) dan seorang pemandu (Heriyanto). (KOmpas/com/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here