KEDIRI – Bayu Wahyudi Pratama, siswa kelas 1 MTsN Kandat Kabupaten Kediri gagal mengikuti ujian kenaikan kelas akibat di drop out oleh pihak sekolah karena belum membayar sejumlah iuran yang menunggak.
Pelajar dari keluarga kurang mampu ini terpaksa menandatangani surat keterangan drop out atas pertimbangan ekonomi orang tuanya dan sejak Kamis kemarin, putra semata wayang Ramidi ini sudah tak bersekolah.
Dilanisr beritajatim, orang tuanya terpaksa menandatangani surat pengunduran diri anaknya karena tak sanggup membayar iuran sebesar Rp 1,650 juta.
Iuran itu terdiri dari pembelian buku LKS semester satu Rp 486 ribu, dan semester Rp 545 ribu dan amal jariyah Rp 600 ribu. Iuran sekolah ini bersifat wajib bagi setiap pelajar sebagai syarat mengikuti ujian kenaikan kelas, pada Senin (15/5/2017) besok.
“Kalau tidak bisa bayar tidak dapat kartu ujian dan tidak boleh ikut ujian,” kata Bayu ditemui di rumahnya di Dusun Ringin jejer, Desa Jejer, Kecamatan Ponggok, Jumat (12/5/2017).
Di sekolah MTsN Kandat, Bayu tercatat sebagi pelajar kurang mampu yang memegang kartu indonesia pintar (KIP). Namun, pada semester dua ini, bantuan siswa miskin (BSM) yang mestinya dapat ia gunakan untuk meringankan pembayaran biaya iuran tersebut justru tidak dapat dicairkan.
“BSM yang semester satu dulu bisa cair Rp 400 ribu, tapi sudah habis untuk bayar seragam sekolah. Tapi semester dua ini tidak dicairkan. Teman-teman dipanggil untuk pencairan, tapi saya tidak,” kata Bayu.
Keputusan berat terpaksa diambil Ramidi, ayah Bayu untuk menandatangani surat pengunduran diri buah hatinya karena masalah ekonomi. Beban hidup setelah bercerai dengan istrinya dan terusir dari rumah, membuat pria 43 tahun ini hanya menggantungkan hidup dari berjualan pentol keliling. Bahkan, kini mereka hanya bisa tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran Kabupaten Blitar.
Sementara itu pihak sekolah MTsN Kandat belum bisa memberikan keterangan perihal nasib salah satu siswanya dengan alasan kepala sekolah tidak ada di tempat. Adi, selaku Waka Kurikulum, mengatakan, akan segera melapor kepada kepala sekolah dan dewan guru untuk membahasnya.





