JAKARTA, KBKNews.id – Otoritas Mesir akan menghentikan secara permanen perjalanan haji melalui jalur darat mulai tahun 2026. Alasan utamanya karena Arab Saudi ingin membatasi transportasi negara lain masuk.
Hamza Anaby, anggota Federasi Pariwisata Mesir, mengatakan Arab Saudi ingin sepenuhnya mengandalkan jaringan transportasi internal mereka sendiri selama musim haji. Perubahan ini akan menghilangkan kebutuhan atas bus-bus dari luar negeri yang masuk ke wilayah Saudi.
“Arab Saudi ingin mengoperasikan armada milik mereka sendiri untuk mengangkut jemaah di area suci,” kata Anaby seperti dikutip dari Gulf News, Kamis (31/7/2025).
Anaby juga menyebutkan bahwa program haji di masa depan akan dirancang dengan pendekatan yang lebih ekonomis. Ia mengatakan bahwa Mesir saat ini tengah bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memastikan layanan berkualitas tinggi yang sesuai dengan regulasi baru Arab Saudi, namun tetap terjangkau bagi jemaah.
Sementara itu, ada beberapa negara yang bisa mengakses perjalanan haji melalui darat:
1. Yordania
Berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Banyak jemaah melakukan perjalanan menggunakan bus atau mobil pribadi.
2. Irak
Memiliki jalur darat melalui perbatasan Arar. Namun, kondisi politik dan keamanan menjadi pertimbangan penting.
3. Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman
Negara-negara Teluk ini terhubung langsung dengan Arab Saudi melalui jalan raya. jemaah sering berangkat dengan kendaraan darat.
4. Yaman
Meski berbatasan langsung, konflik yang sedang berlangsung membuat perjalanan menjadi sangat berisiko.
5. Suriah (secara teori)
Jemaah dapat menempuh jalur lewat Suriah dan Yordania, namun kondisi perang membuat rute ini tidak disarankan.
6. Palestina dan Israel
Jemaah dari wilayah ini biasanya melintasi Yordania terlebih dahulu sebelum memasuki Arab Saudi melalui perbatasan darat.
7. Turki
Perjalanan darat melalui Suriah dan Yordania secara teori memungkinkan, namun sebagian besar jemaah Turki lebih memilih jalur udara.





