Jakarta – Militer Mesir pada Kamis mengaku membunuh Abu Duaa al-Ansari, yang dikenali sebagai pemimpin ISIS Cabang Sinai. Melalui akun Facebook-nya, tentara menyatakan rangkaian serangan udara dekat Arish, kota terbesar di semenanjung Sinai, juga menewaskan 45 militan ISIS.
“Keberhasilan gerakan militer kami adalah upaya memenuhi janji pasukan untuk membalaskan dendam para pahlawan. Kami akan terus mengejar seluruh unsur dan pemimpin teroris di mana pun mereka hingga Mesir hingga seluruh rakyatnya kembali merasa tenang dan aman,” kata militer seperti dilansir Antara (05/08/16).
Ratusan tentara dan polisi tewas dalam pemberontakan yang dimulai sejak kepala militer, Abdel Fattah al-Sisi, menjatuhkan Presiden Mursi dari kekuasaan pada pertengahan 2013. Kejadian itu berujung pada unjuk rasa besar. Sebagian besar kekerasan terjadi di bagian utara Sinai, pangkalan ISIS.
Militer telah menjalankan sejumlah perlawanan terhadap para pemberontak, salah satunya dengan memotong jalur persediaan senjata. Tentara Mesir juga memborbardir desa dan terowongan di perbatasan yang diyakini sebagai jalur penyelundupan senjata berikut pasukan dari Jalur Gaza.
Warga setempat mengatakan, terowongan dipakai untuk menyelundupkan barang konsumsi ke Gaza demi menanggulangi kelangkaan akibat blokade Israel. Namun dari pihak ISIS sendiri belum ada pernyataan resmi terkait terbunuhnya pemimpin ISIS di wilayah itu.




