MYANMAR – Organisasi pangan PBB, World Food Programme (WFP) mengatakan wilayah barat laut Myanmar yang diblokir militer telah membuat terhambatnya pengiriman bantuan pangan untuk lebih dari 80.000 orang disana.
Militer melarang adanya konvoi bantuan yang biasa dilakukan WFP untuk mengirimkan bahan pangan bagi 80.000-85.000 di kawasan yang masih merupakan bagian dari negara bagian Rakhine.
“Tentara ada di mana-mana dan jam malam diberlakukan, sehingga tak mungkin masuk ke daerah tersebut,” kata Arsen Sahakyan, pejabat WFP di Myanmar, Rabu (19/10/2016), seperti dilansir AFP.
Pemberlakuan larangan dilakukan pemerintah Myanmar karena adanya serangan sekelompok orang terhadap pos-pos polisi di daerah itu, yang akhirnya menyebabkan kerusuhan dan telah menewaskan sedikitnya 30 orang dan 40 lainnya ditangkap tentara Myanmar.





