IRAK – Dalam operasi pembebasan Mosul yang dilakukan Irak dalam melawan ISIS, sedikitnya 5.000 warga sipil telah meninggalkan Mosul dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan makin gencarnya upaya militer Irak membebaskan kota tersebut.
Organisasi sosial Save the Children mengatakan sekitar 5.000 orang menyeberangi perbatasan dengan Suriah dalam 10 hari terakhir. Mereka tiba di kamp pengungsi al-Hol yang dilaporkan kondisinya tak layak lagi untuk menjadi hunian sementara, bahkan sudah tidak mampu lagi menampung banyak orang.
BBC melansir, kapasitas al-Hol hanya 7.500 orang namun hingga Rabu (19/10/2016) sudah dihuni oleh 9.000 orang. Relawan Save the Children mengatakan kamp pengungsi ini tak memiliki pasok air bersih dan kotoran manusia terlihat berserakan dimana-mana.
Hingga kini, diperkirakan masih ada 1,5 juta warga di Mosul, sementara jumlah petempur ISIS sekitar 5.000 orang. Para pejabat PBB mengatakan mereka bersiap menghadapi ‘krisis kemanusiaan terburuk’ dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah kamp pengungsi tengah dibangun di selatan, timur, dan utara Mosul untuk mengantisipasi tingginya warga yang meninggalkan kota. PBB memperkirakan jumlahnya mencapai 200.000 orang dalam beberapa hari dan pekan mendatang.
Sementara itu Pemerintah Irak mengatakan mungkin lebih aman bagi warga untuk tetap berada di dalam kota sementara operasi militer digelar. Mereka mengkhawatirkan ISIS banyak menanam ranjau di berbagai titik menuju keluar Mosul.





