spot_img

Minahasa Diguncang Gempa, Dipicu Subduksi Lempeng Laut Maluku

MANADO – Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, mengungkapkan bahwa gempa yang terjadi di sebelah tenggara Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) disebabkan oleh subduksi lempeng Laut Maluku.

Menurutnya, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal karena lokasi episenter dan kedalaman hiposenter yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.

“Memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku,” kata Tony, dilansir dari Antara, Selasa (36/3/2024).

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa tersebut dirasakan di Tondano dan Kota Manado dengan intensitas II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Selain itu, gempa juga dirasakan di Kota Bitung dengan intensitas II-III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu. Sampai saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut.

Hasil monitoring BMKG hingga Selasa (26/3/2024) pukul 1:57:14 WITA belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Tony berharap agar masyarakat di wilayah Kota Bitung dan sekitarnya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ujar Tony.

Pada hari ini, pukul 1:36:36 WITA, wilayah Bitung diguncang gempa bumi tektonik, dan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki parameter M=4,8.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0.83 LU dan 125.4 BT, berlokasi tepatnya 71 kilometer tenggara Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada kedalaman 40 kilometer.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles