JAKARTA, KBKNEWS.id – Kasus penculikan bocah empat tahun, Bilqis Ramdhani, oleh jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Makassar terus bergulir. Pelaku pertama yang ditangkap, SY (30), mengaku dua anak lain yang terlihat bersamanya dalam rekaman CCTV bukan korban, melainkan anak kandungnya sendiri.
“Itu dua orang anak saya yang tertangkap kamera CCTV,” ujar SY kepada polisi setelah diamankan di indekosnya di Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar, Kamis (6/11/2025).
SY diketahui membawa Bilqis bersama kedua anaknya agar korban tidak curiga saat diajak pergi. “Awalnya Bilqis bermain sendirian. Saya tanya mana mamanya, dia jawab tidak ada. Saya hanya bilang, ‘sini ikut saya’, tidak ada paksaan,” kata SY.
Polisi menyebut SY tega menjual Bilqis karena alasan ekonomi. Ia mengaku berkenalan dengan seorang wanita lewat media sosial yang menawarkan uang Rp 3 juta bila bisa memberikan seorang anak. Dari jumlah itu, Rp 500.000 sudah ditransfer lebih dulu ke rekeningnya.
“Katanya anak itu akan dirawat oleh keluarga lain yang tidak punya keturunan. Saya tidak tahu kalau ternyata dijual lagi sampai ke Jambi,” ungkap SY, dilansir kompas.com.
Bilqis yang sempat hilang selama sepekan akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat di kawasan Suku Anak Dalam, Kabupaten Merangin, Jambi, Sabtu (8/11/2025) malam. Polisi menemukan jejaknya setelah memeriksa salah satu pelaku lain yang mengaku menjual Bilqis hingga senilai Rp 80 juta.
Kini, polisi masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan TPPO lintas provinsi tersebut.





