
JAKARTA, KBKNews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa upaya menyelamatkan rakyat Gaza bukan hanya untuk melindungi satu kelompok tertentu, melainkan untuk menjaga kemanusiaan secara universal.
“Menyelamatkan saudara-saudara kita yang ada di Gaza bukan untuk semata-mata menyelamatkan masyarakat Gaza, bukan, tapi menyelamatkan semua umat manusia,” kata Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Oke Setiadi, dalam acara Diskusi dan Konferensi Pers Solidaritas Media untuk Gaza di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Ia menekankan bahwa tujuan akhirnya adalah membangun masa depan umat manusia yang saling menghormati satu sama lain.
Oke juga mengecam berbagai aksi kekerasan yang dilakukan Israel, yang dinilainya telah meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan di Gaza.
Sebagai contoh, ia menyoroti insiden terbaru yang menewaskan lima jurnalis akibat serangan udara Israel ke tenda wartawan di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza Utara. Menurutnya, peristiwa itu menjadi gambaran jelas bagaimana nilai kemanusiaan telah diabaikan.
Padahal, selama puluhan hingga ratusan tahun, berbagai kajian dan literatur telah menekankan pentingnya memuliakan martabat manusia. Namun, kenyataan yang terjadi di Gaza menunjukkan kemunduran besar dalam penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut.
Oke juga menyebut bahwa kecaman terhadap pendudukan Israel tidak hanya datang dari umat Islam, tetapi juga dari masyarakat dunia secara luas, termasuk karena serangan yang turut menyasar gereja-gereja.
Ia mengajak semua pihak untuk merenungkan kembali sumber nilai kehidupan yang mereka anut, sebab manusia dengan beragam bahasa, budaya, dan peradaban pada dasarnya mampu saling mencintai.
“Tapi, kalau ada mereka yang kemudian dengan mudah melakukan perusakan nilai-nilai kemanusiaan, ada hal yang salah dengan hal itu. Dan, ini harus sama-sama kita perbaiki,” ujar Oke.
Sejak meningkatnya agresi militer Israel di Gaza pada Oktober 2023, tercatat 304 jurnalis telah tewas. Secara keseluruhan, korban meninggal dunia telah melampaui 61.700 jiwa, sebagian besar perempuan dan anak-anak.




