FLORES TIMUR – Mushola Darurat buah kerja kolaborasi berbagai lembaga kemanusiaan. Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut terlibat dalam pendirian Mushola Darurat bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi, di Flores Timur.
Dengan ukuran 7 m X 9 m luas yang dilengkapi dengan jam, pengeras suara dan tempat wudhu, sajadah, serta beberapa kitab Al-Quran membuat penyintas menjadi lebih khusyu dalam menunaikan ibadah.
“Pikiran bisa tenang, kita bisa mengaji, solat lima waktu. Malam Jumat bisa membaca yasin,” ujar Hasnah Eswutun, salah satu pengungsi erupsi Gunung Lewotobi yang berasal dari Kampung Lamahala, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang.
Saat ini dia bersama keluarga dan warga Kampung Lamahala mengungsi di sebuah rumah kecil yang dikelilingi pemandangan sawah yang beralamat di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flotim, Provinsi NTT.
Pengungsian mandiri ini terdiri dari tutupan atap berupa terpal dan dipan bambu yang berperan sebagai tempat duduk serta tempat tidur.
Meski dalam beberapa waktu dia mengaku suka merenung dan bertanya-tanya pada diri sendiri kapan situasi ini segera selesai, namun dia tetap teguh dan berdoa kepada Allah SWT. Menurutnya hanya berdoa yang bisa mengobati kegelisahan dia dan warga penyintas lainnya. “Berdoa, berdoa saja,” terang Hasnah mencoba tegar, dan seolah doanya perlahan diijabah, dengan adanya mushola darurat bagi pengungsi.





