Musim Hujan Baru Awal, Bencana T’lah Tiba

Enam orang tertimbun longsor di Desa Sukamaju Mohili Kec. Gomo, Kab. Nias, Minggu (11/11)

MASAYARAT diminta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap musibah banjir dan tanah longsor, mengingat musim penghujan baru mulai menyambangi beberapa wilayah, namun bencana sudah merenggut sejumlah korban.

Enam orang terdiri dari satu keluarga beranggotakan tujuh orang di Desa Sukamaju Mohili, Kec. Gomo, Kab. Nias Selatan dilaporkan tertimbun tanah longsor, Sabtu (10/11) setelah desa tersebut diguyur hujan deras. Sampai hari ini para korban belum ditemukan.

Tim SAR yang didatangkan ke lokasi bencana mengalami kesulitan mengevaluasi korban karena jalan yang sempit dan menanjak, berlumpur dan dipenuhi bebatuan sehingga mereka hanya bisa menggunakan cangkul dan sekop, padahal material longsor berkedalaman 10 hingga 15 meter.

Tanah longsor menimpa tiga bangunan rumah yang berdiri di atas kaki bukit sangat terjal, sehingga salah satu rumah yang dihuni tujuh orang sekeluarga tertimbun, sedangkan dua rumha lainnya dalam keadaan kosong.

Tanah longsor juga memorakporandakan Desa Cikuya dan Bojongsari, Kec. Culamega, Kab, Tasikmalaya, Selasa pekan lalu (6/11) menewaskan tiga warga desa tersebut, menghancurkan lima rumah dan memutus jalan penghubung antardesa dan dusun.

Ratusan warga yang semula mengungsi ke desa-desa tetangga nekat kembali pulang ke desanya karena lokasi pengungsian yang memadai belum disediakan pemkab setempat, lagipula mereka harus mengurus hasil panen dan ternak yang ditinggal.

Banjir juga menggenangi kawasan Cipnang Muara Cipinang Melayu dan Kampung Rambutan, Minggu akibat luapan Sungai Ciliwung setelah diguyur hujan lebat di bagian hulunya.

Puluhan rumah di perbatasan Bogor dan Bekasi juga diterpa banjir beberapa hari lalu akibat luapan Kali Bekasi yang penuh lumpur dan sampah, serta tidak pernah dikeruk sejak tahun 1973.

Sedangkan di kawasan Jakarta Timur, lokasi-lokasi langganan banjir di Kel. Cipinang Muara, Cipinang Melayu dan Kampung Rambutan terkena banjir akibat guyuran air hujan pada pekan lalu.

Ancaman Banjir dan tanah longsor harus terus diwasdai karena kedua bencana alam tersebut bukan hal baru dan kini baru awal, belum akhir.

Advertisement