Nakes Bertumbangan Diserang Omicron

Ratusan nakes termasuk para dokter yang mengikuti program pendidikan lanjutan (residen) di RS-RS A di berbagai daerah yang menjadi ujung tombak penanganan Covid-19 bertumbangan terpapar varian Omicron.

SELAIN  melonjaknya angka keterisian tempat tidur (BOR) di rumah-rumah sakit rujukan Covid-19 di berbagai daerah akibat naiknya jumlah pasien rawat inap, bertumbangannya ratusan nakes akibat paparannya terutama varian Omicron cukup mencemaskan.

Di Rumah Sakit Darurat Covid-19, Kemayoran, Jakarta saja, tercatat ada 5.028 pasien rawat inap atau 61 persen dari 8.426 tempat tidur yang tersedia.

Di berbagai wilayah, dilaporkan terjadi kenaikan angka BOR Rumah Sakit akibat lonjakan varian virus baru Omicron yang terdeteksi masuk Indonesia sejak akhir Desember lalu.

Untuk itu pemerintah mendorong agar korban terpapar Covid-19 yang bergejala ringan atau tanpa gejala melakukan isolasi mandiri, tidak buru-buru dilarikan ke RS Rujukan.

Faktanya, hanya sekitar 15 persen pasien di RS-RS yang perlu perawatan intensif di RS, selebihnya bergejala ringan atau tapa gejala yang seharusnya cukup melakukan isolasi di rumah.

Sementara itu ratusan nakes di sejumlah daerah dilaporkan bertumbangan akibat terpapar Covid-19 khususna varian Omicrom yang menular lima kali lipat dari varian Delta mendominasi kasus-kasus Covid-19 sebelumnya.

Koordinator Bantuan Residen Tim Mitigasi Dokter IDI Jagadhito Probokusumo mengungkapkan, sampai 9 Feb. tercatat 521 dari 13.631 dokter residen atau Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) terpapar Covid-19.

Angka tertinggi dokter residen yang terpapar ada di Jakarta (175), disusul Bali, Semarang (37), Surabaya (34), Malang (32), Solo (27), Bandung (24), Makasar (17) dan di berbagai RS di  kota-kota lainnya.

Dokter residen merupakan ujung tombak RS type A sebagai rujukan utama yang berperan penting dalam masa-masa pandemi Covid-19 saat ini.

Sejauh ini, dokter residen yang terpapar umumnya bergejala ringan dan belum ada yang memerlukan perawatan intensif, walau Jagadhito mengingatkan agara mereka lebih mengetatkan kepatuhan pada prokes.

Sampai 9 Feb tercatat 730 dokter, 670 perawat, 398 bidan dan 260 berbagai profesi medis lainnya meninggal akibat terpapar Covid–19.

Indonesia sedang menghadapi puncak Covid-19 akibat serangan varian Omicron. Ayo kita lawan bersama dengan mematuhi prokes.

 

Advertisement