Vaksin Merah Putih untuk Booster

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga dan PT Biotis Pharmaceuticals memasuki fase uji klinis I, nantinya akan digunakan untuk booster terutama anak-anak usia tiga sampai 6 tahun.

VAKSIN Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga, PT Biotis Pharmaceuticals saat ini sudah memasuki tahap uji klinis pertama di RS Dr Soetomo, Surabaya dan nantinya akan digunakan sebagai penguat atau booster untuk melawan Covid-19.

Vaksin Merah Putih menggunakan platform pelemahan atau mematikan virus (membuat inaktif) dengan RNA  (ribonucleat acid) sehingga replikasi virus dalam tubuh bisa dihindari.

Vaksinasi Covid-19 dimulai pemerintah pada medio Januari 2021 dan diharapkan 182 juta penduduk Indonesia atau dua pertiga total jumlah penduduk (untuk mencapai herd immunity) bisa dituntaskan pada Maret 2022.

Sementara vaksinasi bagi anak-anak usia 6 – 11 tahun, menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam seremoni uji klinis vaksin Merah Pitih secara daring (9/02), sudah mencapai 17-an juta dari total 25 juta anak seusia tersebut.

Selanjutnya, program vaksinasi menyasar anak usia 3 sampai 6 tahun dengan vaksin sinovac dan Pfizer yang memiliki produk vaksin untuk anak-anak seusia tersebut.

“Jadi, vaksin Merah Putih akan digunakan mengisi kekosongan vaksin untuk anak-anak usia 3 – 6 tahun, juga untuk disumbangkan ke negara lain sesuai arahan Preside n Jokowi, “ tutur Menkes.

Vaksin Merah Putih nantinya diharapkan bisa membantu negara-negara di Afrika yang kesulitan dengan vaksin lain seperti Pfizer yang menggunakan platform mRNA karena harus disimpan pada rantai dingin dengan suhu di bawah 70 derajat Celsius.

Sementara Rektor Universitas Airlangga Prof, Moh, Nasih menyebutkan, uji klinis fase I dilakukan di RSUD dr. Soetomo dengan 90 relawan yang akan disuntik dua kali dalam interval 28 hari yan diawasi oleh Kemenkes dan BPOM.

Setelah uji klinik fase I yang akan dilakukan 9 Feb. – 8 Maret,  dilanjutkan uji klinik  fase 2 melibatkan 405 relawan antara 11 Maret sampai 11 April 2022 lalu fase 3 dengan 5.000 relawan akan ditentukan waktunya.

Setelah terjadi penurunan signifikan sejak puncaknya pada Juli 2021, penyebaran Covid-19 terus bergerak cepat sejak pertengahan Januari 2022 akibat varian virus baru Omicron yang berdaya tular lima kali lipat dari virus Delta yang mendominasi sebelumnya.

Tren penyebaran Covid-19 sedang menuju puncaknya yang diprediksi akhir Februari atau awal Maret.

Tetap waspada dan patuhi prokes 5M!

 

 

 

Advertisement