NATO Siap Respons Ancaman Iran

Dua pesawat tempur negara anggota NATO sedang bermanuver. (atas Rafale buatan Perancis dan bawah F-15 Eagle buatan AS. (foto: CNBC Indonesia)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 21/8 – NEGARA -negara anggota NATO menyatakan siap menanggapi kemungkinan serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di daratan Eropa.

Ancaman yang dilontarkan Iran tersebut, seperti ditulis CNN mengutip AFP (21/8) memaksa sejumlah negara di Eropa meningkatkan langkah keamanan, termasuk Bulgaria di Pangkalan Udara Bezmer yang digunakan untuk mendukung operasi militer AS.

Sebelumnya, wacana pimpinan Iran untuk mnyerang kepantingan dan fasiliitas AS di Eropa dilaporkan oleh the Financial TImes mengutip Anadolu (19/8).

Menurut catatan, Bulgaria yang sebelumnya salah satu anggota Pakta Wasawa membelot ke NATO pasca runtuhnya Uni Soviet paa akhir 1991.

“NATO siap menghadapi ancaman apa pun dan akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela semua Sekutu,” kata pejabat NATO dalam sebuah pernyataan pada Rabu.

Dikutip Al Jazeera, pejabat itu juga mengatakan NATO mencegat empat rudal balistik yang diluncurkan Iran ke arah Turki sepanjang tahun ini.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa “postur pertahanan pencegahan” NATO tetap kuat dan efektif dalam menghadapi ancaman dari luar.

Pernyataan NATO itu muncul setelah Financial Times menyebutkan bahwa Iran telah mempertimbangkan untuk penyerangan terhadap lokasi militer AS di seluruh Eropa.
Laporan tersebut meningkatkan kekhawatiran, terutama di kawasan Eropa tenggara yang memiliki instalasi militer untuk mendukung operasi AS.

Parlemen Bulgaria menyetujui penggunaan Pangkalan Udara Bezmer sebagai stasiun pengisian bahan bakar untuk pesawat militer AS pada Juli. Keputusan itu juga memungkinkan sekitar 250 personel militer AS ditempatkan di pangkalan tersebut hingga Oktober.

Menteri Dalam Negeri Bulgaria Ivan Demerdzhie mengatakan kepada kantor berita BTA Bulgaria bahwa pemerintah telah mengambil “semua tindakan yang mungkin” melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.

Ia mengatakan tindakan tersebut dirancang untuk mengatasi tingkat ancaman yang lebih tinggi daripada yang saat ini.

“Kami terus memantau situasi dan perkembangan serta akan terus mengambil langkah-langkah pencegahan yang jauh lebih luas dan intensif daripada tingkat ancaman yang ditunjukkan oleh informasi yang tersedia saat ini,” katanya.

Menurut catatan, NATO yang dipimpin AS saat ini beranggotakan 32 negara termasuk negara-negara sempalan Uni Soviet seperti Estonia, Latvia dan Lithuania, negara sempalan Yugoslavia yakni Kroatia, Sloveia, Makedonia Utara dan Montenegro, serta negara-negara satelit Uni Soviet eks-Pakta Warsawa seperti Albania, Bulgaria, Ceko, Hongaria, Rumania dan Slovakia.

Konflik antara Rusia dan tetangganya yang sama-sama sempalan Uni Soviet sejak 2022 juga dipicu oleh kekhawatiran Rusia atas rencana Ukraina bergabung ke NATO yang dianggap sebagai ancaman bagi kedaulatannya. (CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here