Negara Paling Berbahaya untuk Pekerja Kemanusiaan

LONDON—Pekerja kemanusiaan adalah salah satu profesi yang paling rentan dan berbahaya di dunia. Selama tahun 2015, ada 148 serangan terhadap pekerja kemanusiaan di 25 negara. Dari semua seragan itu, 109 orang tewas.

Data dari Aid Worker Security Report, yang dirilis pada Senin (15/8) di London itu menyebutkan, Afghanistan adalah negara paling berbahaya bagi pekerja kemanusiaan. Sementara Sudan Selatan menjadi negara kedua paling berbahaya bagi pekerja kemanusiaan.

Laporan itu menunjukkan, serangan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan di antaranya berupa kekerasan seksual, pemboman, penembakan, dan penculikan. Namun, laporan itu menunjukkan, angka kekerasan terhadap mereka menurun lebih dari 20 persen pada 2015, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berikut adalah beberapa fakta dan angka tentang serangan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan di seluruh dunia pada tahun 2015:

– Ada 148 serangan tercatat di 25 negara, turun 22 persen dibanding tahun 2014.
– Di 25 negara, ada 287 orang menjadi korban serangan. Sebanyak 109 orang tewas, 110 terluka dan 68 diculik.

  • Afghanistan merupakan negara yang paling berbahaya bagi pekerja kemanusiaan, dengan 101 korban serangan, diikuti oleh Sudan Selatan dengan 42 orang korban serangan.
  • Tahun 2013 menjadi tahun paling mematikan bagi pekerja kemanusiaan dalam lima tahun terakhir. Ada 475 korban dari 265 serangan.
  • Ini lima negara konflik paling berbahaya bagi pekerja kemanusiaan, Afghanistan, Sudan Selatan, Somalia, Suriah dan Yaman.
Advertisement