
TEROR dengan menabrakkan mobil yang melaju dalam kecepatan tinggi pada kerumunan massa di Barcelona dan Cambrils, Spanyol, Kamis (17/8) membuktikan bahwa aksi-aksi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) belum berakhir.
Lima tersangka teroris tewas, seorang anggota polisi dan lima orang terluka dalam peristiwa yang terjadi di kawasan wisata pantai Cambrils, sedangkan aksi serupa yang terjadi di kota Bercelona menyebabkan 14 orang meregang nyawa dan 100 orang luka-luka.
Pada kejadian di Cambrils, kelima tersangka melilitkan sesuatu di ikat pinggang mereka yang kemudian diketahui ternyata bom palsu, mencoba menabrakkan kendaraan yang mereka ke arah kerumunan wisatawan. Kelimanya tewas dalam  baku tembak dengan polisi.
Sedangkan pada peristiwa di Barcelona, tersangka menabrakkan kendaraan jenis van yang dikemudikan ke arah kerumunan orang di Las Ramblas, di lokasi wisatawan mancanegara menikmati udara musim panas.
Saksi mata mengungkapkan, jeritan dan tangisan orang-orang yang mengalami shock terjadi setelah tiba-tiba mobil pelaku berkali-kali menabrakkan kendaraannya ke arah kerumunan wisatawan sehingga sebagian korban terpental ke udara dan bergelimpangan di lokasi kejadian.
Aksi brutal tersebut dilakukan setelah wisatawan yang baru saja usai berziarah di katedral Sagrada Familia beringsut menuju kawasan wisata Las Ramblas, Barcelona untuk beristirahat, mencari makan atau membeli cindera mata.
Pelaku sejauh ini masih dalam pengejaran polisi , sementara seorang warga Perancis keturunan Maroko yang semula ditahan, dilepaskan kembali karena ia mengaku kartu identitasnya yang ditemukan di kendaraan van maut itu dicuri orang.
Kelompok NIIS dalam pernyataannya yang dikutip Kantor Berita Aamaq mengklaim, kedua serangan dilakukan bala tentara mereka sebagai aksi balasan terhadap negara-negara yang telah berkomplot memerangi mereka di Irak dan Suriah.
Perubahan taktik NIIS sebelumnya memang sudah diprediksi sejumlah pengamat pasca kekalahan di benteng terakhir mereka di Mosul, Iraq dan Raqqa, Suriah dan juga di Marawi, Filipina beberapa waktu lalu.
Jatuhnya Mosul, ibukota NIIS dan juga tempat diproklamasikannya khilafah NIIS di masjid al-Nuri oleh Abu Bakr al- Baghdadi pada 10 Juni 2014 merupakan pukulan telak terhadap kelompok radikal Islam tersebut.
Teror dengan menabrakkan kendaraan yang melaju dalam kecepatan tinggi ke      arah kerumunan massa juga terjadi sebelumnya di kawasan wisata di Perancis, Swedia, Jerman dan Inggeris.
Bentuk aksi teror lainnya yakni dengan merencanakan peledakan pesawat udara dilakukan NIIS baru-baru ini terhadap pesawat maskapai Uni Emirat Arab, Etihad Airways dengan rute penerbangan Sydney – Abu Dhabi (3/8).
Beruntung, dinas rahasia Inggeris dan AS berhasil menyadap pembicaraan para eksekutor di lapangan dengan pimpinan mereka di Suriah mengenai rencana konspirasi dan meneruskannya info tersebut pada aparat keamanan Australia yang kemudian menciduk dua terduga pelaku. Seorang lagi masih buron.
Aksi teror NIIS agaknya belum reda dan tidak bisa diduga dengan cara apa, kapan dan dimana. (AP/AFP/Reuters/NS)




