
WASHINGTON – Duta Besar Washington untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, mengatakan bahwa Iran telah memasok sebuah rudal ke Houthi yang ditembakkan ke Arab Saudi pada bulan Juli, dan merujuk pada klaim Riyadh bahwa senjata yang digunakan pada hari Sabtu juga mungkin berasal dari Iran.
“Dengan menyediakan jenis senjata ini ke milisi Houthi di Yaman, Garda Revolusi Islam Iran telah melanggar dua resolusi PBB secara bersamaan,” kata Haley, Selasa (7/11/2017).
“Kami mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra internasional untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban rezim Iran atas pelanggaran-pelanggaran ini.” tambahnya, dikutip AFP.
Arab Saudi dan Iran kembali berperang dalam perebutan kekuasaan dari Yaman ke Suriah.
Ketegangan melonjak antara produsen minyak utama mendorong harga minyak mentah mendekati level tertinggi dua tahun pada hari Selasa dan membuat pasar Teluk takut.
Diplomat tertinggi Eropa Federica Mogherini memperingatkan bahwa ketegangan yang meningkat itu sangat berbahaya, dan mendesak Riyadh dan Teheran untuk mencari kesamaan untuk membangun perdamaian.
“Saya tahu bahwa ini bukan angin yang bertiup sebagai suara mayoritas di dunia saat ini,” kata Mogherini kepada wartawan pada misi Uni Eropa di Washington.
“Tapi izinkan saya untuk membawa sedikit kebijaksanaan sebagai suara Eropa di dunia yang tampaknya benar-benar gila di sini: Ini berbahaya.” tegasnya.
Serangan hari Sabtu menunjukkan bahwa meski ada lebih dari dua tahun pemboman dan blokade yang dipimpin oleh Saudi, Hothi mempertahankan rudal yang mampu menyerang sasaran jauh di dalam kerajaan.



