Operasi Mata Gratis di RS Achmad Wardi, Pak Sarmi Berharap Bisa Bekerja Lagi

SERANG – Bapak Sarmi, seorang nelayan di Serang, Banten, Jawa Barat mengalami katarak yang mmebuat penglihatannya tidak jelas, sehingga menghambat aktivitasnya.

Sebelum menjalani operasi, Sami tidak dapat melihat orang dengan jelas. Yang dirasakannya hanya seperti melihat bayangan-bayangan lewat. “Jadi seperti bayang-bayangan aja gitu. Seperti bayangan orang lewat gitu,” katanya.

Saat dia sakit dia tidak bisa bekerja dan dia hanya bisa tinggal diam di rumah.”Tidak kerja,  hanya di rumah saja. Karena sudah tidak kelihatan lagi,” lanjutnya.

Sami mengaku awalnya tidak tahu jika mengalami gangguan mata. Ia mengira hanya sakit mata biasa. Namun, lama-kelamaan penglihatannya makin terganggu, dan akhirnya tidak dapat melihat.

“Kok makin hari makin gelap gitu. Tahunya ya setelah diperiksa. Ternyata katarak. Alhamdulillah setelah dipoperasi, baru bisa melihat lagi. Tapi melihatnya ini masih belum normal. Kepala juga masih pusing”, ungkapnya, beberapa saat setelah operasi pada Jum’at (18/10/2019), dilansir dompetdhuafa.

Sarmi dioperasi secara gratis di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi yang berada di Jl. Raya Taktakan Km. 1, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Banten.

Rumah sakit spesialis mata ini pembangunannya berada di atas aset wakaf oleh Alm. Achmad Wardi. RS Mata Achmad Wardi menjadi rumah sakit pertama dan satu-satunya rumah sakit khusus mata yang ada di Banten.

Sejak peresmiannya pada 21 April 2018 oleh Dompet Dhuafa dan Badan Wakaf Indonesia, RS tersebut menjadi primadona bagi warga Banten.  Meski menjadi rumah sakit wakaf untuk para dhuafa, tak menjadikan pelayanan rumah sakit tersebut apa adanya. Justru, wakaflah yang membuat pelayanan di RS Mata Achmad Wardi sangat profesional. Karena yang dikejar bukanlah profit, namun kebermanfaatan yang meluas. RS Mata Achmad Wardi termasuk dalam RS tipe C.

 

Advertisement