Orang Tua Korban ‘Perbudakan’ di Bali Datangi Polda

Orang tua korban perbudakan di Polda Bali. Foto: Maifil/KBK

DENPASAR (KBK) – Orang tua korban ‘Perbudakan’ atau perdagangan orang di Bali mendatangi Polda Bali, untuk memohon agar anaknya segera dipulangkan.

Mereka didampingi Muhammad Zainuddin, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Lampung dan tim Dompet Dhuafa serta Dompet Sosial Madani (DSM) Bali.

Keempat orang tua korban tersebut, berharap Polda membantu segera memulangkan anak-anak mereka, yang kini sudah berada di rumah aman Polda Bali.

Sayang kedatangan mereka di saat hari libur, jadi para orang tua tersebut tidak dapat bertemu dengan pejabat yang bertanggungjawab terhadap kasus tersebut.

“Hanya ketemu dengan piket, mereka pun tidak bisa memberikan penjelasan,” ungkap Zainuddin kepada KBK, di Bali, Sabtu (30/7/2016).

Setelah Zainuddin menghubungi Kasubdit IV Reskrim Polda Bali AKBP Sang Ayu Pusparini melalui selular, ia menjelaskan, kasus tersebut sudah di tangan  Mabes Polri.

“Kami hanya mebantu backup untuk rumah aman saja, agar-agar para korban tersebut terlindungi,” ungkap AKBP Pusparini ditirukan Zainuddin.

Kasubdit IV itu pun mohon maaf tidak bisa menemui orang tua korban karena ia sedang berada di luar kota.

Salahsatu orang tua korban, Apud mengatakan, karena kasus ini sudah di tangan Mabes Polri, Ia meminta Bapak Kapolri membantu untuk mempercepat selesainya kasus ini.

“Kami hanya ingin, anak kami segera pulang dalam keadaan baik,” ungkap Apud dari Purwakarta dengan sedikit mata berlinang.

 

 

 

 

Advertisement