JAKARTA, KBKNews.id – Dalam ajaran Islam, profesi guru menempati posisi yang sangat mulia dan layak dihormati. Guru bukan hanya sekadar penyampai ilmu, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pembimbing spiritual yang menuntun umat kepada kebaikan. Perannya sangat besar dalam mendidik masyarakat sekaligus membentuk akhlak generasi penerus.
Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan seorang guru. Selain memberikan ilmu pengetahuan, guru juga bertanggung jawab membentuk moral dan kepribadian murid, yang nantinya akan berdampak besar bagi perbaikan masyarakat dan umat secara luas.
Guru dalam Pandangan Islam
Dalam tradisi Islam, guru memiliki kedudukan istimewa. Ibnu Mubarak dalam kitab Tahzib al-Kamal menyatakan bahwa setelah kedudukan para nabi, tidak ada derajat yang lebih tinggi selain mereka yang menyebarkan ilmu.
Ilmu dianggap sebagai sumber utama kebahagiaan di dunia dan akhirat serta sarana untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Hal ini memperkuat betapa besar pengaruh seorang guru dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah, para malaikat, penghuni langit dan bumi, hingga semut yang ada di liang-nya dan ikan besar, semuanya berselawat kepada mualim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan betapa mulianya orang yang menyebarkan ilmu, yaitu guru.
Kedudukan Guru dalam Al-Qur’an dan Hadis
Al-Qur’an pun menegaskan tingginya derajat orang-orang berilmu. Dalam surah Al-Mujadilah ayat 11, Allah berfirman: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berilmu, termasuk guru, memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Jika seorang insan meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang selalu mendoakan.” (HR Muslim)
Ini menunjukkan bahwa ilmu yang diajarkan seorang guru dapat menjadi amal jariyah yang terus mendatangkan pahala bahkan setelah ia wafat.
Menghormati Guru: Kunci Meraih Ilmu
Islam juga mengajarkan pentingnya menghargai dan memuliakan guru. Dalam kitab Ta’limul Muta’allim, Imam Az-Zarnuji menegaskan bahwa pelajar tidak akan mendapatkan manfaat dari ilmunya tanpa menghormati guru.
Keberhasilan seseorang seringkali ditentukan oleh adab terhadap ilmu dan gurunya. Bahkan, kegagalan pun bisa terjadi karena kurangnya rasa hormat terhadap mereka.
Salah satu contoh penghormatan tinggi terhadap guru ditunjukkan oleh seorang ulama besar di Bukhara. Ia selalu berdiri dan menundukkan kepala setiap kali melihat anak dari gurunya bermain di halaman masjid – sebagai bentuk penghormatan kepada gurunya.
Jelas bahwa dalam Islam, menjadi guru bukan hanya pekerjaan biasa, tetapi merupakan panggilan jiwa yang agung. Guru berperan besar dalam membentuk akhlak, memberikan ilmu, serta menuntun manusia kepada jalan yang diridai Allah SWT.
Maka, sudah sepatutnya kita memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa mereka dalam menebarkan ilmu dan kebaikan.





