
CHICAGO (KBK) – Sebuah sekolah Kristen di Chicago memproses pemecatan seorang profesor yang mengenakan jilbab di kelas sebagai bentuk solidaritas terhadap Muslim dan ia memposting di laman Facebooknya bahwa ada banyak kesamaan antara Islam dan Kristen.
Larycia Hawkins, 43 tahun, seorang profesor ilmu politik di Wheaton College, mengatakan, ia mengenakan jilbab bulan lalu untuk menunjukkan dukungan bagi Muslim Amerika yang setelah terjadinya penembakan massal di San Bernardino dan Paris, mereka mendapat diskriminasi
Hawkins menulis di halaman Facebook-nya: “Aku berdiri dalam solidaritas agama dengan umat Islam karena mereka, seperti saya – seorang Kristen – adalah orang-orang yang diturunkan Kitab.”
“Dan seperti dikatakan Paus Francis, Minggu lalu, kami menyembah Tuhan yang sama,” tambahnya
Karena ungkapan solidaritas itu, Hawkins akhirnya diberikan sangsi administratif sejak Desember 2015 lalu.
Muslim di Amerika terus menjadi target pernyataan merendahkan dari politisi AS seperti calon presiden Donald Trump dan Ben Carson, dan oleh para pemimpin Kristen Evangelis seperti Jerry Falwell Jr, seorang penginjil televisi dan presiden Kristen kuliah Liberty University Virginia berbasis.
Pada tanggal 4 Desember, Falwell mendesak siswa untuk mempersenjatai diri sehingga mereka bisa siap untuk menghabisi Muslim di Amerika.
Dalam menanggapi pidato itu, siswa Wheaton Nathan Heath dan Ciera Horton menerbitkan sebuah surat terbuka di koran Wheaton College yang mengecam pernyataan Falwell dan mendesak untuk menghormati toleransi beragama.
Seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (8/1/2016), mereka meminta sesama siswa untuk berdiri dalam solidaritas dengan saudara-saudara Muslim dan saudari kita serta saling menjaga martabat sebagai manusia.




