AFGHANISTAN – Hujan lebat turun di Afghanistan dan Pakistan selama seminggu terakhir, dan banjir menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur dan lahan pertanian di kedua sisi perbatasan.
Sedikitnya 135 orang dilaporkan tewas, termasuk 21 petani di wilayah Punjab yang tersambar petir saat sedang memanen gandum. Ribuan rumah telah rusak atau hancur, dengan beberapa kematian disebabkan oleh atap yang runtuh karena beratnya air yang terkumpul.
Selain kerusakan pada hampir 100.000 hektar lahan pertanian, ribuan hewan ternak juga hilang.
Curah hujan ekstrem ini sangat kontras dengan musim dingin yang sangat kering, di mana Afghanistan hanya menerima setengah curah hujan dari biasanya, sementara Pakistan bernasib sedikit lebih baik. Tanah yang lebih kering kesulitan menyerap air hujan, sehingga memperparah banjir.
Hujan ekstrem seperti ini jarang terjadi di Pakistan di luar musim hujan, yang biasanya berlangsung antara bulan Juni hingga September.
Provinsi yang terkena dampak paling parah, Balochistan, sejauh ini diterjang curah hujan lebih dari tiga kali lipat rata-rata bulan April, sementara Pakistan secara keseluruhan menerima curah hujan hampir dua kali lipat.





