JAKARTA, KBKNEWS.id — Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) melalui program Dakwah Komunitas menghadirkan ruang kebaikan bagi komunitas Punk, membuktikan bahwa dakwah bisa diterima oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
Kang Gugun, salah satu anggota komunitas Punk yang hadir dalam acara Halalbihalal Cordofa di Bogor, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan yang telah ia dan rekan-rekannya rasakan selama ini.
“Sudah hampir lima tahun kita ngaji bareng Pak Ustaz Budi Jafar (Dai Cordofa). Kegiatannya ada pengajian, ada juga pembinaan. Kita belajar ngaji, salat, belajar wudu,” ujar Kang Gugun.
Menurutnya, kehadiran Cordofa menjadi titik balik bagi dirinya dan komunitasnya yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.
“Kita senang banget, ya. Alhamdulillah, karena ada yang merangkul kita untuk berbuat kebaikan. Selama ini kita hidup di jalanan dan sering diberi kesan jelek karena penampilan. Tapi di sini kita diberi kepercayaan dan ruang untuk belajar jadi lebih baik,” lanjutnya.
Pendampingan tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan spiritual. Selama lima tahun terakhir, Kang Gugun dan kawan-kawan juga mulai tergerak untuk berbagi kepada sesama. Mereka rutin menyisihkan hasil ngamen untuk membantu dhuafa dan janda di kampung sekitar Bogor.
Menjelang Ramadan, komunitas ini juga mengumpulkan dana secara mandiri untuk membagikan takjil kepada pemulung, pengemis, dan anak-anak jalanan.
“Anak-anak nabung sedikit-sedikit dari hasil ngamen. Setelah terkumpul, minimal satu orang Rp50 ribu, kita belikan takjil untuk dibagikan,” jelasnya.
Dalam kegiatan Halalbihalal yang digelar di Jalan Pancasan, Bogor, kebersamaan itu kembali terlihat. Selain bersilaturahmi, mereka juga membagikan makan siang kepada pengemis, pemulung, dan pengemudi ojek online.
“Orang-orang sering memandang kita sebelah mata karena cara hidup kita. Tapi kita juga punya hati nurani dan keinginan untuk berbuat baik,” pungkas Kang Gugun.
Sementara itu, Manajer Layanan Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Pranggono, menegaskan bahwa dakwah harus mampu menjangkau semua kalangan, termasuk komunitas yang hidup di jalanan.
Menurutnya, melalui program Dakwah Komunitas, para dai tidak hanya mengajarkan nilai-nilai Islam, tetapi juga melakukan pendampingan spiritual secara berkelanjutan.
“Harapannya mereka bisa hijrah. Tapi kalaupun belum, proses ini tetap menjadi langkah baik ke depan. Kita tidak bisa memaksakan,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, pendekatan kepada komunitas Punk tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses yang panjang, penuh kesabaran, serta upaya membangun kedekatan emosional.
“Yang terpenting adalah membuka ruang dan terus mendampingi. Karena mereka tidak hanya menghadapi persoalan hidup di jalanan, tetapi juga persoalan batin yang sering luput dari perhatian,” tambahnya.
Melalui pendekatan ini, Cordofa berharap kehadiran para dai dapat membantu komunitas Punk menemukan arah hidup yang lebih baik, sekaligus menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah dan berbuat kebaikan.





