Panji Merasa Sial Jadi Penerima Beasiswa Dompet Dhuafa Jika Tak Bisa Berguna untuk Umat

JAKARTA – Panji Laksono, seorang mahasiswa Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sekaligus Presiden BEM IPB (Institut Pertanian Bogor) 2017, terpilih sebagai Penerima Manfaat Terbaik BAKTI NUSA (Beasiswa Aktivis Nusantara) Angkatan 7.

“Sial saya, menjadi penerima beasiswa Dompet Dhuafa,” tutur Panji Laksono, Penerima Manfaat SMART Ekselensia Indonesia, pada acara ‘National Mission 2019’, 16 sampai 17 Maret 2019 lalu.

Ungkapan sial Panji tersebut dihubungkan dengan kisahnya yang bercerita tentang seorang bapak tua yang mengayuh becak datang ke Dompet Dhuafa, yang  menghampiri layanan pelanggan dan membuka kantong kresek yang dibawanya sambil berkata: “Saya mau sedekah di sini.”

“Sial!,” ucap Panji. “Sialnya ternyata uang itu dipakai untuk beli nasi yang saya makan setiap hari selama 5 tahun di SMART Ekselensia Indonesia. Yang sialnya kemudian, dengan uang itu dibelikan baju, dibelikan seragam untuk bisa saya pakai sehari-hari bersekolah,” geger Panji, saat didaulat untuk menyampaikan orasi di tengah prosesi pengukuhan.

“Sial! dengan uang itu, dengan recehan-recehan itu kemudian dibayarkan untuk orang-orang terbaik. Dibayarkan untuk orang-orang pintar yang mengajarkan saya agar tambah pintar. Darah dagingku adalah milik umat,” tambahnya.

Panji merasa hidupnya akan sial, jika ke depannya dia tidak dapat menjadi orang yang berguna bagi umat.

“Kenapa saya bilang sial? Karena sekarang uang itu sudah mengalir dan menjadi darah dan daging saya sekarang. Terlalu naif dan terlalu munafik. Apabila kemudian darah dan daging yang pernah merasakannya tidak pernah kembali kepada umat!” tandasnya, sebagaimana dilansir laman dompetdhuafa.org.

“Tiada muara lain selain umat, segala sesuatu yang berhulu dari umat,” seru Panji, bertekad meneruskan kemanfaatan yang mereka dapatkan dari zakat umat.

Advertisement