Keir Starmer, PM baru Inggeris

0
142
Partai Buruh Inggeris memenangkan pemilu setelah 14 tahun jadi oposisi, sekaligus mengantarkan Keir Starmer jadi PM baru menggantikan Rishi Sunak dari Partai Konservatif.

SELAMA  14 tahun di luar pemerintahan sebagai oposisi, Partai Buruh berhasil menaklukkan Partai Koservatif, sekaligus mengantarkan pimpinannya, Keir Starmer menjadi PM baru Inggeris menggantikan Rishi Sunak.

PM Inggris terpilih Keir Starmer dalam orasi kemenangannya di London, Jumat (5/7) berjanji untuk memulai periode “pembaruan nasional” di Inggris semasa kepemimpinannya nanti.

“Hari ini kita memulai babak baru,  memulai pekerjaan perubahan,  melakukan pembaruan nasional dan mulai membangun kembali negara kita,” kata Starmer setelah partainya meraih suara mayoritas di Parlemen Inggris.

Partai Buruh melenggang ke tampuk kekuasaan setelah memenangi pemilihan umum Inggris, melewati ambang batas 326 kursi untuk menjadi mayoritas di House of Commons (Majelis Rendah atau DPR).

“Mandat  ini merupakan tanggung jawab besar,” kata Keir Starmer kepada para pendukungnya dalam sebuah rapat umum di London, beberapa saat setelah hasil yang memastikan kemenangan besar diumumkan, sebaliknya Rishi Sunak mengakui kekalahannya.

“Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini,” ucapnya seraya menambahkan, hari ini kekuasaan akan beralih  secara damai dan tertib dengan itikad baik semua pihak, “ .

Majelis Rendah (House of Commons) Inggris memiliki 650 anggota parlemen. Masing-masing anggota parlemen mewakili konstituen individu atau area di suatu tempat di Inggris Raya. Dalam perhitungan sementara, Partai Buruh meraih 393 kursi. Adapun Partai Konservatif meraih 103 kursi.

Melenggang

Partai Buruh Inggris melenggang ke tampuk kekuasaan setelah memenangkan pemilihan umum di negara itu, melewati ambang batas 326 kursi untuk menjadi mayoritas di Majelis Rendah.

Sebelum hasil resmi diumumkan, exit poll telah memproyeksikan Partai Buruh akan memenangkan 410 kursi, Partai Konservatif meraih 131 kursi, Partai Liberal Demokrat 61 kursi, dan Partai Reformasi Inggris (penerus Partai Brexit) 13 kursi. Sisanya didapat oleh partai-partai lain maupun anggota independen.

Hasil peroleha kursi tersebut memberi Partai Buruh mayoritas 170 kursi. Jumlah sangat besar, meski tidak sebesar kemenangan partai ini yang meraih mayoritas 179 kursi saat dipimpin oleh Tony Blair pada 1997.

Sebagai gambaran,  kemenangan Boris Johnson pada Pemilu 2019 membuat Partai Konservatif meraih mayoritas 80 kursi. Hasil ini menunjukkan bahwa exit poll kembali terbukti akurat seperti beberapa pemilu terakhir.

Di Inggeris, negara dengan peradaban demokrasi yang sudah mapan, pemilu memang tidak seheboh di negeri ini, tidak ada praktek money politics, caci-maki, memainkan politik identitas, dan juga politikus atau parpol yang menclok ke sana-sini. (AFP/ns)

 

 

 

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here