Pasca Gempa, Jepang Tambah Anggaran untuk Rekontruksi

Tim penyelamat menyisir lokasi reruntuhan karena gempa. Foto:heraldsun.com.au

TOKYO– Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memerintahkan agar paket anggaran ekstra untuk membiayai rekonstruksi dari gempa bumi yang melanda negeri sakura segera dilaksanakan.

Langkah itu diambil guna menghadapi tekanan yang meningkat untuk menyuntikkan stimulus ekonomi. Selain itu, untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi stagnan menjelang pertemuan puncak G7, di mana pemerintahnya akan menjadi tuan rumah, akhir Mei 2016 ini di Ise-Shima di Jepang tengah.

“Kita harus bergerak cepat dan mengambil langkah-langkah lebih fleksibel,” kata Abe, Minggu ( 24/04) seperti diberitakan Reuters.

Sedangkan, Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan, nominal anggaran tambahan belum ditetapkan karena gempa susulan masih terus terjadi.

Gempa bumi di pulau Kyushu menewaskan sekitar 50 orang dan merusak sedikitnya 5.000 rumah, memaksa sekitar 80.000 orang dari rumah mereka pada Jumat, 15 April 2016 lalu.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal Sadakazu Tanigaki juga mengatakan kepada wartawan, persetujuan kabinet rencana anggaran akan datang setelah liburan Golden Week yang berakhir awal Mei. Lalu ia berharap sebelum pertemuan G7 26 Mei 2016 mendatang, alokasi dana sudah bisa digunakan.

Biasanya, pemerintah memakan anggaran tambahan di sesi yang luar biasa di akhir tahun, tapi dengan terjadinya gempa, pemerintah dituntut segera gunakan anggaran ekstra. Pengeluaran yang terkait dengan bencana akan berada di atas rencana stimulus fiskal hingga 10 triliun yen.

Pemerintah telah menyiapkan dana 23 miliar yen 350 yen dana cadangan tersedia, untuk anggaran fiskal 2016/2017 yang dialokasikan untuk wilayah yang dilanda bencana. Selain itu, akan menawarkan 42,1 miliar yen subsidi pajak daerah juga.

Advertisement