RAMADI (KBK) Sebagian besar dari warga Ramadi, Irak, telah kembali dari kamp wilayah timur ke kota itu. Namun militer Irak memperingatkan warga sipil agar berhati-hati, karena wilayah yang ditinggalkan ISIS itu penuh dengan ranjau.
Pasukan Irak berhasil mengambil alih Ramadi dari ISIS, Desember 2015. Puluhan ribu warga Ramadi mulai kembali ke ibukota Provinsi Anbar itu, dalam dua bulan terakhir.
Seorang juru bicara Kantor Gubernur Anbar menegaskan, militer berusaha mengamankan wilayah Ramadi untuk memastikan terbebas dari ranjau.
Untuk itu pemerintah setempat menghentikan kepulangan pengungsi untuk dua hari ke depan guna memberikan kesempatan kepada militer berkerja mengamankan wilayah yang akan ditempati warga.
Statistik resmi menunjukkan bahwa 49 orang telah tewas kena ranjau dan 79 lainnya luka-luka di Ramadi sejak awal Februari, tetapi PBB mengatakan angka-angka tersebut belum sesuai dengan faktanya.
Seperti dilansir Al Jazeera, menurut statistik PBB, lebih dari 3,4 juta warga Irak terlantar akibat kekerasan dan konflik, kebanyakan dari mereka berasal dari masyarakat minoritas, Arab Sunni.





