Ankara-Pemerintah Turki sampai kini masih terus mencari warga yang terlibat dalam aksi kudeta akhir pekan lalu.Saat ini pencarian itu merambah dalam dunia pendidikan. Pemerintah Turki memecat sekitar 15 ribu tenaga lembaga pendidikan menyusul kudeta tersebut.
Seperti diberitakan Independent, Rabu (20/7) yang mengutip stasiun televisi TRT, Dewan Pendidikan Tinggi Turki juga memerintahkan 1.577 dekan dari semua universitas negeri dan swasta di negara itu untuk segera mengundurkan diri.
Sebelumnya, pemerintah Recep Tayyip Erdogan menegaskan tidak akan ada ampun bagi para pelaku kudeta dan orang-orang yang mendukungnya.
Hampir 18 ribu orang dari sektor keamanan yang ditahan menyusul kudeta, termasuk di antaranya 6.000 anggota amiliter, sekitar 9.000 polisi, sedikitnya 3.000 hakim dan 30 gubernur.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Turki, Anadolu, mengatakan ada 339 staf Kementerian Sosial dan Keluarga yang dipecat usai kudeta tersebut.
Pemerintah Turki juga menangguhkan cuti tahunan bagi tiga juta pegawai negeri sipil pada awal pekan ini.





