JAKARTA, KBKNEWS.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan sebanyak 224 desa di Provinsi Aceh hingga kini belum teraliri listrik setelah terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Bahlil mengatakan desa-desa tersebut tersebar di sekitar 10 kabupaten, antara lain Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, yang infrastrukturnya masih dalam tahap perbaikan.
Untuk mempercepat pemulihan layanan energi, Kementerian ESDM berkoordinasi dengan PLN dan mengirimkan bantuan tahap pertama berupa 1.000 unit genset berkapasitas rata-rata 5–7 kVA serta 3.000 unit kompor gas bagi warga terdampak di Aceh dan Sumatera.
Pengiriman genset dilakukan menggunakan lima pesawat Hercules TNI Angkatan Udara, dengan tujuan Lhokseumawe, Rembele, dan Banda Aceh. Setiap pesawat mengangkut sekitar 200 unit genset.
Bahlil menegaskan pengiriman genset akan terus dilakukan selama jaringan kelistrikan belum sepenuhnya pulih. Terkait pasokan bahan bakar,
Kementerian ESDM telah membentuk tim terpadu bersama Pertamina Patra Niaga untuk memastikan ketersediaan BBM bagi operasional genset.
Menurut Bahlil, langkah tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh pelayanan energi hingga kondisi infrastruktur kembali normal.





