spot_img

Pastikan Hewan Kurban Sesuai Syariat, Jalan Terjal Tak Jadi Penghalang bagi Tim QC THK DD

SUKABUMI – Tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa Quality Control (QC) tahap dua di  Kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya sisi Kecamatan Nagrak, Sukabumi.

Kegiatan dilakukan untuk memastikan domba memenuhi kriteria untuk THK Dompet Dhuafa, antara lain bobot tercapai, dipastikan jantan, sehat, dan tidak cacat. Pada Kamis (30/5/2024) hingga Jumat (31/5/2024), Tim QC bersama Perwakilan Rumah Ummat, Edi dan Rendy, mendatangi langsung 44 lokasi kandang yang tersebar di tiga desa Kecamatan Nagrak, Kalaparea, Darmaredja dan Babakan.

Medan terjal dan kondisi kandang yang terpisah-pisah menjadi tantangan tersendiri bagi Tim QC THK dan menjadi hal yang menantang tapi bukan penghalang. Selain medan, rimbunnya semak serta pohon buah di lokasi kandang maupun sepanjang jalan menuju lokasi, menjadi tempat bermukim hewan melata seperti ular dan ulat buah.

“Terhitung dua kali kami bertemu ular berbisa yang salah satunya mati karena ditangkap kucing peliharaan warga. Salah satu kandang milik peternak bahkan terletak tepat di bawah pohon alpukat yang daunnya habis dimakan ulat dan berjatuhan ke arah kami yang ada di dekat kandang. Cukup membuat gatal jika terkena kulit,” ungkap Ari Wibowo.

Sejauh ini, kegiatan QC masih menjadi andalan untuk memastikan hewan kurban donatur sesuai dengan standar dan syariat. Di samping lokasi penyaluran dengan mayoritas warga miskin dan jarang menikmati daging, melalui QC dengan pengamatan langsung, kepastian jika hewan jantan, sehat dan berat cukup dapat dijamin dengan baik.

Hewan yang telah melewati proses QC akan ditandai dengan cat semprot—nontoksik, sesuai dengan kriterianya. Kemudian yang tak lolos akan diberi tanda merah agar tidak tercampur maupun ditimbang lagi.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles