spot_img

Penting! Ini Lokasi Miqat dan Larangan Ihram bagi Jemaah Haji

MAKKAH – Sebelum melakukan umrah wajib dan menuju Baitullah di Makkah, semua jemaah haji dan umrah harus berniat umrah di tempat miqat. Apa itu miqat?

Menurut buku “Tuntunan Manasik Haji dan Umrah” yang diterbitkan Kementerian Agama, miqat merupakan tempat atau waktu yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pintu masuk untuk memulai haji atau umrah.

“Setelah mengambil miqat, jemaah menuju Baitullah dan mulai berlaku larangan saat berpakaian ihram,” kata Aswadi Syuhadak, Konsultan ibadah Daerah Kerja (Daker) Madinah kepada Tim Media Center Haji (MCH), Kamis (6/6/2024)

Ada dua jenis miqat. Pertama, miqat zamani, yaitu batas waktu pelaksanaan haji yang dimulai sejak 1 Syawal hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah. Miqat zamani adalah ketentuan waktu untuk ibadah haji. Untuk umrah, miqat zamani berlaku sepanjang tahun.

Kedua, miqat makani, yaitu batas tempat untuk memulai ihram haji atau umrah. Ini berarti tempat di mana jemaah harus memulai niat haji atau umrah.

Ada lima tempat miqat makani yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW untuk berhaji atau umrah bagi warga setempat maupun yang melewatinya. Pertama, Zulhulaifah (Bir Ali) untuk penduduk Madinah dan yang melewatinya.

Kedua, Juhfah sekitar 183 kilometer di barat laut Makkah. Ketiga, Qarnul Manazil (as-Sail) dekat kawasan pegunungan Taif, sekitar 94 kilometer di timur Makkah. Keempat, Yalamlam di tenggara Makkah, sekitar 92 kilometer. Kelima, Zatu Irqin yang berjarak sekitar 94 kilometer di timur laut Makkah.

Larangan Ihram

Aswadi mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat miqat. Miqat di Bir Ali dilakukan sebelum menuju Makkah. Seluruh jemaah sudah harus mengenakan pakaian ihram.

Di Bir Ali, jemaah melaksanakan salat sunah ihram dua rakaat, lalu berniat ihram untuk umrah atau haji. Setelah miqat dan mengucapkan niat, jemaah harus mematuhi larangan-larangan ihram.

Larangan bagi jemaah laki-laki termasuk mengenakan pakaian biasa, sepatu yang menutup tumit dan mata kaki, serta memakai tutup kepala. Larangan bagi jemaah perempuan termasuk tidak boleh mengenakan kaus tangan dan menutup muka.

Jemaah, baik laki-laki maupun perempuan, juga dilarang menggunakan wangi-wangian (kecuali sebelum berihram), melakukan hubungan suami-istri, memotong kuku, mencabut/memotong rambut atau bulu, serta berburu binatang.

Dalam perjalanan dari miqat menuju Masjidil Haram, jemaah dianjurkan banyak membaca talbiyah.

“Dengan mengetahui apa saja yang akan dijalani saat menjalankan ibadah haji dan umrah, termasuk miqat, maka akan memudahkan kita saat melakukan rangkaian ibadah,” pungkas Aswadi, dilansir dari laman resmi Kemenag.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles