PBB Akan Upayakan Status Hukum Muslim Rohingya

Pengungsi baru rohingya terlantar di perbatasan Bangladesh, Selasa (17/10/2017)/ AP
NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres telah meminta pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan kekerasan yang sedang berlangsung terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara itu dan membiarkan mereka yang telah melarikan diri kembali ke tanah air leluhur mereka.

“Kami mendesak agar kebutuhan untuk memastikan, tidak hanya bahwa semua kekerasan terhadap populasi ini berhenti, tapi juga kita perlu mendesak akses kemanusiaan yang tidak terhalang ke semua wilayah di negara bagian Rakhine utara,” kata Guterres kepada wartawan di New York pada hari Jumat.

Dia menggambarkan situasi yang menyedihkan dari Rohingya sebagai tragedi yang sangat besar, menambahkan bahwa tingkat kekerasan dan kekejaman yang dilakukan adalah sesuatu yang tidak dapat kita diami.

Kepala PBB mengatakan hal tersebut adalah prioritas mutlak bahwa semua populasi yang melarikan diri ke Bangladesh dapat kembali, selamat  ke tempat mereka pergi.

“Sangat penting untuk mengatasi akar penyebab masalah, yang sangat bergantung pada masalah yang berkaitan dengan kewarganegaraan dan status hukum populasi ini yang telah didiskriminasikan dan yang tidak berkewarganegaraan pada saat ini,” kata sekretaris jenderal PBB .

Dia menambahkan bahwa PBB akan mengejar semua domain hukum untuk menentukan status hukum populasi Rohingya yang dianiaya.

Advertisement