DAMASKUS – Suriah telah menuntut segera menghentikan serangan udara pimpinan AS setelah warga sipil tewas akibat serangan udara koalisi minggu in di Al Mayadin.
Dalam sebuah surat kepada PBB, Damaskus mengatakan bahwa serangan tersebut menciptakan kekacauan dan membantu serangan bom teroris terhadap pasukan pemerintah.
“Suriah mengutuk serangan aliansi yang menargetkan warga sipil dan menyebabkan kerusakan material yang besar terhadap infrastruktur, fasilitas, dan properti di Suriah,” Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan, seperti dilansir RT, Minggu (28/5/2017).
Sedikitnya 35 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas pada Kamis malam ketika pesawat tempur koalisi pimpinan AS menargetkan kota Al Mayadeen di pedesaan tenggara provinsi Deir ez-Zor.
Damaskus mengecam serangan terhadap “kedaulatan Suriah dan integritas teritorial dengan dalih memerangi terorisme.”
Sementara koalisi tersebut mengakui telah melakukan serangan di dekat Al-Mayadin pada tanggal 25 dan 26 Mei, dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, juru bicaranya mengatakan bahwa mereka masih menilai hasilnya.
“Tindakan AS dan mitra koalisinya hanya berkontribusi untuk menyebarkan “kekacauan dan kehancuran” yang menguntungkan para teroris, “terutama ISIS dan Jabhat al-Nusra,” kata Damaskus.
Kementerian tersebut mengingatkan PBB bahwa sejak AS tidak pernah menerima persetujuan Damaskus untuk beroperasi di wilayah udara mereka, tindakan koalisi tersebut “secara terang-terangan” bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, hukum internasional dan hukum humaniter internasional.





