PBB Gelar Pertemuan Bahas Serangan Kimia di Douma

Ilustrasi pertemuan PBB/ Anadolu

NEW YORK – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa akan menggelar pertemuan dua kali pada Senin (9/4/2018) setelah permintaan Amerika Serikat terkait serangan kimia mematikan di Suriah.

Sementara Rusia menyerukan pertemuan dewan beranggotakan 15 negara mengenai “ancaman internasional terhadap perdamaian dan keamanan,” meskipun topik diskusi belum jelas.

Semenit kemudian Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Swedia, Polandia, Belanda, Kuwait, Peru, dan Pantai Gading menyerukan pertemuan untuk membahas serangan senjata kimia di Suriah.

“Dewan Keamanan harus bersatu dan menuntut akses segera untuk responden pertama, mendukung penyelidikan independen terhadap apa yang terjadi, dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kejam ini,” kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Haley memperingatkan bulan lalu bahwa jika Dewan Keamanan PBB gagal untuk bertindak atas Suriah, Washington tetap siap untuk bertindak seperti yang terjadi tahun lalu ketika mengebom pangkalan udara pemerintah Suriah atas serangan senjata kimia mematikan.

Presiden dewan untuk pertemuan April, Peru, awalnya menjadwalkan pertemuan pada serangan kimia untuk Senin pagi dan pertemuan tentang permintaan Rusia untuk Senin sore. Namun, para diplomat mengatakan Rusia bersikeras bahwa pertemuannya diadakan lebih dulu karena permintaannya dibuat terlebih dahulu.

Sebanyak 85 orang tewas dalam serangan Sabtu malam di kota Douma. Para pejabat AS dan lainnya mengatakan mereka bekerja pada hari Minggu untuk memverifikasi rincian serangan itu.

Advertisement