GAZA – PBB melaporkan pembatasan ketat Israel terhadap upaya bantuan di Gaza, tempat warga sipil mengalami tingkat kekerasan yang mengerikan di tengah serangan yang terus berlangsung.
“Rekan-rekan kami dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa warga sipil Palestina mengalami tingkat kekerasan yang mengerikan saat permusuhan terus berlanjut di Jalur Gaza,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah konferensi pers, Rabu (7/1).
“Sementara itu, OCHA melaporkan bahwa otoritas Israel terus menolak upaya yang dipimpin PBB untuk mencapai provinsi Gaza Utara, tempat warga Palestina telah dikepung selama lebih dari 90 hari,” katanya.
Dia mengatakan bahwa di seluruh Gaza, otoritas Israel hanya memfasilitasi empat dari delapan permintaan kami untuk gerakan kemanusiaan terkoordinasi. “Sisanya ditolak atau dibatalkan karena tantangan keamanan atau logistik.”
Dujarric juga membacakan pernyataan dari Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini yang memperingatkan tentang krisis yang akan datang jika keputusan Israel untuk melarang badan tersebut berlaku.
“Keputusan itu akan berdampak buruk pada orang-orang yang didukung UNRWA,” kata Lazzarini dalam pernyataan itu, mengutip hilangnya pendidikan bagi 700.000 anak dan runtuhnya bantuan penting serta layanan perawatan kesehatan.





