
SURIAH – Utusan khusus PBB untuk Suriah memperingatkan bahwa peningkatan pertempuran di Daraa berisiko menjadi seperti Aleppo baru atau Ghouta Timur, dua kota yang hancur oleh pemboman dan pengepungan pemerintah.
“Kami menyaksikan pemboman besar-besaran di darat dan udara, serta baku tembak dari kedua pihak,” kata Staffan de Mistura dalam pertemuan DK mengenai serangan-serangan di wilayah selatan Daraa, Rabu (27/6/2018).
Mistura mengatakan DK tidak bisa membiarkan penderitaan sipil seperti itu terulang.
“Jika ada pertempuran habis-habisan, hasilnya bisa seperti gabungan antara Aleppo dan Ghouta Timur sejauh yang terkait penduduk di wilayah yang terkena dampaknya,” tambah de Mistura, dikutip VOA.
PBB mengatakan sekitar 50.000 orang telah mengungsi dari daerah Daraa sejak eskalasi dimulai lebih dari seminggu yang lalu. Sebagian besar yang melarikan diri bergerak menuju perbatasan Yordania. Daraa berada dalam apa yang disebut “zona de-eskalasi” dan daerah itu umumnya tenang selama hampir satu tahun.



