JENEWA – PBB telah menuntut dan mengutuk serangan bom yang telah menewaskan ratusan orang di konvoi bus pengungsi Suriah, dan PBB meminta pihak yang bertanggung jawab atas pengeboman itu dibawa ke pengadilan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta semua pihak “untuk menjamin keselamatan dan keamanan orang-orang yang menunggu untuk dievakuasi“.
Oposisi bersenjata Suriah juga mengutuk pemboman itu, dan mengatakan serangan adalah “serangan teroris berbahaya“.
Sementara itu Paus Francis, dalam pesan Paskah, yang dilansir Sky News, Minggu (16/4/2017), juga mengutuk serangan itu, dan menggambarkannya sebagai perbuatan yang tercela, dan berharap Tuhan untuk memberikan kesembuhan dan kenyamanan bagi Suriah tercinta.
Hingga kini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, yang menargetkan pengungsi, namun kedua belah pihak pemerintah dan pemberontak keduanya saling menyalahkan.
Diketahui 126 orang telah tewas dalam serangan pada Sabtu (15/4/2017) dan diantaranya terdapat 68 orang anak-anak.





