PBB Serukan Pemerintah Irak Segera Benahi Krisis Kelaparan

Pengungsi di Fallujah, Irak/ WFP

NEW YORK – Peringatan kelaparan yang akan terjadi di Irak diumumkan  Badan bantuan pangan darurat PBB agar segera dilakukan tindakan guna menghindari krisis kelaparan di negara itu.

Dalam Analisis Komprehensif Ketahanan Pangan dan Kerentanan nya, disusun bersama dengan Pemerintah Irak, Program Pangan Dunia PBB (WFP) juga menggarisbawahi kebutuhan untuk meningkatkan akses pendidikan, terutama untuk anak perempuan, sebagai komponen penting dalam perang melawan kelaparan.

“[Analisis] harus mengarahkan pekerjaan Pemerintah, pembuat kebijakan, dan berperikemanusiaan di seluruh negeri untuk meningkatkan ketahanan pangan dan status gizi setiap warga Irak agar tidak ada yang tertinggal,” ungkap  Wakil WFP dan Diraktur Negara di Irak Sally Haydock, seperti dilansir di laman resmi PBB.

Berdasarkan pengumpulan data, disimpulkan  pada tahun 2016  lebih dari 20.000 keluarga di daerah perkotaan dan pedesaan,   orang-orang  terlantar.

Temuan mengungkapkan bahwa 2,5 persen dari penduduk negara itu sudah mengkonsumsi makanan tidak aman. Sementara itu  hampir 75 persen anak-anak di bawah usia 15 bekerja untuk membantu keluarga mereka menaruh makanan di atas meja, dibanding bersekolah.

Analisis juga menunjukkan bahwa 53 persen dari penduduk dan 66 persen dari pengungsi rentan terhadap kerawanan pangan. “Prevalensi kerawanan pangan adalah dua kali lebih tinggi di antara keluarga pengungsi dibandingkan dengan mereka yang tersisa di rumah mereka,” kata WFP dalam rilis berita.

Rekomendasi dari penelitian ini juga akan digunakan oleh badan PBB dan Pemerintah Irak untuk bekerja menuju pelaksanaan meningkatkan keamanan makanan terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya untuk mengakhir kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan  gizi ditingkatkan .


Advertisement