MOJOKERTO – Bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat tidak hanya mengundang simpati pihak yang secara geografis terbilang dekat. Bahkan dari MOjokerto Jawa Timur saja ada pelajar yang menggalang dana bagi para korban.
Ia adalah Noval, salah satu siswa MI Nurul Huda 2, Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.
Usai jam istirahat, dengan menggunakan kardus para siswa ini berkeliling mendatangi ruang kelas di sekolah itu. Mereka menggalang dana untuk korban bencana alam di Kabupaten Garut dan Sumedang.
“Ini bentuk kepedulian kami untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Garut. Kami sengaja menyisihkan uang saku kita untuk mereka,” ungkap Noval, Jumat (23/9/2016).
Selain sumbangan dari 900-an siswa yang tersebar di 29 kelas, kegiatan tersebut juga mengetuk hati para guru dan wali murid. Banyak orang tua murid yang akhirnya ikut serta menyumbangkan sebagian uang mereka dan memasukannya ke dalam kardus.
“Meskipun tidak seberapa, semoga apa yang kami lakukan bisa meringankan beban mereka. Selain itu ini bentuk rasa persaudaraan kami. Penderitaan yang mereka rasakan, kami juga ikut merasakannya,” tambah Noval.
Tak hanya itu, para orang tua juga menyumbangkan bantuan dalam bentuk sembako. Selanjutnya, seluruh sumbangan siswa dan orang tua ini akan dikirimkan kepada para korban bencana yang kini tengah mengungsi.
“Nanti setelah terkumpul semua akan langsung kita kirimkan. Kami juga mengajak siswa untuk melaksanakan salat gaib dan menggelar tahlil bersama untuk korban yang meninggal,” ungkap Kepala Sekolah MI Nurul Huda, Misbakhul Umam, dilansir Okezone.
Menurut Umam, kegiatan ini sengaja dilakukan pihaknya guna menanamkan rasa persaudaraan di dalam diri siswa. Sehingga mereka bisa merasakan musibah yang menimpa saudara mereka di Kabupaten Garut dan Sumedang.





